back to top

4 Perusahaan Antri IPO di BEI, Mayoritas Beraset Jumbo!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat masih ada empat perusahaan yang tengah antre untuk mencatatkan saham perdana hingga awal Agustus 2025. Meski kondisi pasar global belum stabil, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tetap optimistis pipeline Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO) semester II 2025 akan bergerak positif.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menyampaikan bahwa sampai dengan 1 Agustus 2025, sudah ada 22 perusahaan yang resmi melantai di BEI. Total dana yang berhasil dihimpun dari aksi IPO tersebut mencapai Rp10,39 triliun.

Empat perusahaan lagi kini sedang dalam proses pencatatan. “Hingga saat ini, terdapat 4 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (2/8/2025).

Nyoman mengatakan, berdasarkan klasifikasi aset mengacu pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017, satu perusahaan memiliki aset skala menengah atau antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar. Tiga lainnya berada di kategori skala besar dengan nilai aset di atas Rp250 miliar. Tidak ada perusahaan dengan aset skala kecil dalam pipeline saat ini.

Dari sisi sektor, dua perusahaan berasal dari sektor basic materials, satu dari sektor finansial, dan satu lagi dari sektor transportasi dan logistik. Sektor lain seperti teknologi, properti, industri, dan energi belum terlihat dalam antrean IPO terbaru.

Berdasarkan data BEI, distribusi pipeline saat ini didominasi sektor basic materials sebesar 50%, disusul sektor finansial dan transportasi & logistik masing-masing 25%.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, menyampaikan bahwa tren pipeline IPO untuk semester II baru akan terlihat setelah audit laporan keuangan periode 30 Juni 2025 selesai dilakukan.

“Jika berkaca dari semester II tahun 2024, pipeline IPO untuk semester II menunjukkan pertumbuhan positif. Sejauh ini OJK masih yakin bahwa pipeline IPO untuk semester II akan menunjukkan tren positif,” kata Inarno menjawab pertanyaan soal potensi penurunan karena kondisi pasar global.

- Advertisement -

Artikel Terkait

1 Inti Dot Com Serok 0,15% Saham NFCX di Harga Rp1.890, Rogoh Kocek Segini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - 1 Inti Dot Com, salah satu pemegang...

Dekati Level 7.400, IHSG Sesi I Anjlok 2,61% Dipicu Saham-saham Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham...

Hari Ini, Eagle High Plantations (BWPT) Tawarkan Sukuk Rp122,825 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Hari ini, Jumat 6 Maret 2026, PT...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru