back to top
Kamis, Januari 22, 2026
23.9 C
Jakarta

Distributor Besar Arab Saudi Siap Impor Produk Olahan RI Hampir Rp1 Triliun

STOCKWATCH.ID (JEDDAH) – Distributor besar Arab Saudi, Mohammed Bawazir for Trading Co., Ltd (MBT), meneken Letter of Intent (LoI) senilai USD60 juta atau sekitar Rp981,6 miliar, dengan kurs pasar rata-rata Rp16.360. Komitmen ini untuk membeli produk makanan olahan asal Indonesia. Produk yang masuk dalam rencana pembelian antara lain kopi siap minum, biskuit, dan tuna kaleng. MBT juga membuka peluang untuk memperluas pembelian produk olahan lain dari Indonesia.

Penandatanganan dilakukan oleh Managing Director MBT, Fawzi Bawazier, pada Senin (25/8). Acara ini disaksikan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan RI, Fajarini Puntodewi, saat berkunjung ke MBT. Turut hadir Sekretaris Ditjen PEN, Arief Wibisono, dan Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah, Bagas Haryotejo.

“Penandatanganan komitmen LoI senilai USD60 juta oleh MBT adalah kabar baik bagi Indonesia. Hal ini menunjukkan, produk-produk Indonesia memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar global,” ujar Puntodewi, dikutip Kamis (28/8/2025).

Ia menjelaskan Kemendag akan menindaklanjuti komitmen itu lewat langkah strategis. Salah satunya presentasi produk UMKM (pitching) dan penjajakan bisnis (business matching) dalam program UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi (BISA) Ekspor.

MBT dikenal sebagai distributor terkemuka di Arab Saudi untuk produk makanan-minuman, perawatan tubuh, dan herbal. Perusahaan ini sudah lama menjadi mitra Indonesia dan tiga kali meraih Primaduta Award pada 2016, 2019, dan 2024. Puntodewi mengapresiasi kontribusi berkelanjutan MBT dalam membantu penetrasi produk Indonesia di Arab Saudi.

Fawzi Bawazier menegaskan komitmen perusahaannya untuk terus mendorong penggunaan produk Indonesia. “Kami sangat terbuka untuk membantu pelaku usaha Indonesia yang ingin berbisnis di Arab Saudi, baik itu perusahaan besar maupun UMKM. Kami berharap, pelaku usaha Indonesia tidak hanya berfokus pada pasar domestik, tapi juga dapat mencurahkan upaya untuk mengeksplorasi pasar Arab Saudi,” ujarnya.

Dari sisi pemerintah, Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan Kemendag konsisten mendukung eksportir Indonesia dan mitra usaha di negara akreditasi. Salah satu dukungan adalah membuka akses pasar lewat perjanjian dagang, termasuk Indonesia-Gulf Cooperation Council Free Trade Agreement (Indonesia-GCC FTA). “Proses perundingan Indonesia-GCC FTA sedang berlangsung dan akan disepakati dalam waktu dekat. Untuk itu, para pelaku usaha Indonesia harus mempersiapkan kompetensinya agar dapat memanfaatkan setiap peluang yang terbuka,” kata Budi.

Kinerja perdagangan kedua negara juga terus meningkat. Pada Januari–Juni 2025, total perdagangan Indonesia–Arab Saudi mencapai USD 3,28 miliar. Ekspor Indonesia ke Arab Saudi sebesar USD 1,70 miliar, naik 49,53 persen dibanding periode sama tahun lalu sebesar USD 1,14 miliar. Impor Indonesia dari Arab Saudi mencapai USD 1,58 miliar. Indonesia pun mencatat surplus USD 128 juta.

Dalam periode yang sama, ekspor makanan olahan Indonesia ke Arab Saudi tercatat USD 134 juta. Angka ini tumbuh 4,03 persen dibanding tahun sebelumnya dan menjadi salah satu pendorong utama kenaikan ekspor.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Perry Warjiyo Akui Usulkan Keponakan Prabowo Jadi Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo...

Beberkan Penyebab Rupiah Melemah, Gubernur BI Ungkap Jurus Jaga Stabilitas Mata Uang Garuda

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bank Indonesia (BI) terus memperkuat kebijakan...

Bank Indonesia Perkirakan Ekonomi Nasional Tumbuh 4,9-5,7% pada 2026, Ini Penopangnya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru