STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA) mengumumkan bakal menambah jumlah saham yang dilepas melalui mekanisme penawaran umum terbatas (PUT) dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau right issue dari 20 miliar menjadi 27 miliar saham. Hal itu diampaikan oleh Direksi MAYA dalam keterbukaan informasi yang dipublikasikan pada laman Bursa Efek Indonesia (BE), Kamis (24/8/2023).
“Karena mempertimbangkan kondisi pasar saat ini dan rencana peningkatan jumlah emisi saham, maka Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan memandang bahwa Keputusan RUPSLB 29 November 2022 perlu disesuaikan,” jelas Direksi MAYA.
Untuk memuluskan aksi korporasi ini, MAYA lebih dahulu akan meminta persetujuan dari para pemegang saham dengan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada tanggal 2 Oktober 2023.
Adapun yang berhak hadir atau diwakili dalam RUPSLB tersebut adalah para pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham (DPS) Perseroan pada hari Kamis, tanggal 07 September 2023 sampai pukul 16.00 WIB. “Pemegang saham dalam penitipan kolektif KSEI yang bermaksud untuk menghadiri Rapat harus mendaftarkan diri melalui KSEI untuk mendapatkan konfirmasi tertulis untuk rapat (KTUR),” tulis Direksi MAYA.
Direksi MAYA menargetkanp, right issue saham bernominal Rp100 per unit dapat dilaksanakan segera setelah pernyataan pendaftaran dinyatakan efektif oleh OJK. Merujuk pada ketentuan pasal 8 ayat (3) POJK HMETD, jangka waktu antara tanggal persetujuan RUPSLB sampai dengan efektifnya pernyataan pendaftaran tidak lebih dari 12 bulan.
Rencana aksi korporasi ini diharapkan dapat memperkuat struktur permodalan Perseroan. Dengan begitu, bisa menambah kemampuan MAYA untuk meningkatkan kegiatan usaha, kinerja dan daya saing dalam industri perbankan. Ini diharapkan pula dapat meningkatkan imbal hasil nilai investasi bagi seluruh pemegang saham Perseroan. Bagi pemegang saham yang tidak mengikuti right issue maka akan terkena dilusi.
Menurut Direksi MAYA, seluruh dana hasil right issue, setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, akan dipergunakan seluruhnya untuk memperkuat struktur permodalan sebagai komponen modal inti (Tier-1). Kecuali itu, dana tersebut juga akan dipakai sebagai modal kerja dalam rangka pengembangan usaha terutama dalam pemberian kredit.
