back to top

Harga Minyak Dunia Naik Tajam akibat Kekhawatiran Pasokan dari Rusia!

STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Harga minyak dunia naik tajam pada penutupan perdagangan Selasa (19/3/2024) waktu setempat atau Rabu pagi (20/3/2024) WIB. Harga komoditas tersebut menyentuh level tertinggi dalam beberapa bulan berturut-turut. Ini seiring mencuatnya kekhawatiran terhadap pasokan minyak global akibat serangan Ukraina baru-baru ini kepada kilang minyak Rusia.

Mengutip CNBC, harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April 2024 ditutup naik sebesar US$1,03 atau 1,3%, menjadi US$83,75 per barel di New York Mercantile Exchange. Ini adalah level tertinggi sejak Oktober,

Adapun harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Mei 2024 melesat 68 sen atau 0,8%, menjadi US$87,57 per barel di London ICE Futures Exchange. Ini merupakan penutupan Brent tertinggi sejak 3 November.

Ukraina telah meningkatkan serangan terhadap infrastruktur minyak Rusia tahun ini. Setidaknya tujuh kilang minyak menjadi sasaran drone dalam bulan ini. Serangan tersebut telah menutup 7%, atau sekitar 370.500 barel per hari, dari kapasitas pengolahan Rusia.

Meskipun aktivitas pengolahan yang lebih rendah telah meningkatkan ekspor minyak mentah Rusia, hal tersebut juga bisa menyebabkan pemangkasan produksi minyak mentah. Ini karena negara tersebut menghadapi kendala penyimpanan, kata analis energi StoneX, Alex Hodes.

Berdasarkan perhitungan Hodes, serangan terhadap kilang minyak Rusia bisa mengakibatkan penurunan pasokan minyak global sebesar sekitar 350.000 barel per hari dan mendorong harga minyak mentah AS naik sebesar US$3 per barel. Kendati serangan tidak langsung mengakibatkan kehilangan pasokan minyak mentah Rusia, tetapi ada efek domino bagi harga minyak dari lonjakan margin produk olahan, tulis analis SEB Research, Bjarne Schieldrop pada hari Senin.

Minyak mendapat dukungan dari penurunan ekspor minyak mentah dari Arab Saudi dan Irak, serta tanda-tanda permintaan dan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat di China dan AS. Departemen Perdagangan AS melaporkan, pembangunan rumah satu keluarga di Negeri Paman Sam tersebut melonjak tajam pada bulan Februari. Pembangunan rumah bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi, sehingg mendukung permintaan minyak. Analis UBS, Giovanni Staunovo memperkirakan, Brent kemungkinan akan diperdagangkan pada kisaran US$80-90 per barel tahun ini dan  di level US$86 per barel pada akhir Juni.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Harga Emas Dunia Terbang ke Rekor Baru USD 5.276 Setelah Keputusan Suku Bunga The Fed

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia kembali mencetak sejarah...

Trump Kirim Armada Besar ke Iran, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 1%

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia berakhir menguat pada...

Harga Emas Dunia Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa, Tembus USD 5.136

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia kembali mencetak sejarah...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru