STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Wall Street berakhir beragam pada penutupan perdagangan hari Selasa (17/9/2024) waktu setempat atau Rabu pagi (18/9/2024) WIB. S&P 500 ditutup nyaris stagnan usai sempat mencapai rekor tertinggi. Sementara para investor masih menanti keputusan penting dari Federal Reserve terkait pemotongan suku bunga.
Mengutip CNBC International, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York, AS turun tipis sebesar 15,9 poin atau 0,04% menjadi 41.606,18, meski sempat mencetak rekor baru. Indeks S&P 500 (SPX) naik tipis 1,48 poin atau 0,03% mencapai 5.634,58. Sebelumnya, indeks ini sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa di 5.670,81. Sementara itu, indeks komposit Nasdaq (IXIC), yang didominasi saham-saham teknologi, berhasil mendaki 35,93 atau 0,2% menyentuh 17.628,06.
Bulan September memang sering menjadi periode yang sulit bagi pasar saham. Data FactSet menunjukkan, dalam 10 tahun terakhir, indeks acuan cenderung turun sekitar 1,3% di bulan ini.
Meskipun ada kekhawatiran terkait kondisi ekonomi AS, seperti data pekerjaan dan manufaktur yang kurang memuaskan pada Agustus, pasar tetap optimis. Hal ini dipicu oleh rilis data ekonomi yang lebih baik dan harapan pemangkasan suku bunga oleh The Fed.
Para trader sekarang menunggu keputusan suku bunga yang akan diumumkan pada Rabu. Banyak yang berharap pemotongan suku bunga ini bisa membantu meningkatkan keuntungan perusahaan di tengah tingginya inflasi dan biaya pinjaman. Fed telah menaikkan suku bunga sejak Maret 2022 dalam upaya mengendalikan inflasi.
“Pemangkasan 50 basis poin bisa jadi sinyal bahwa Fed lebih khawatir terhadap kondisi pasar tenaga kerja,” kata Adam Turnquist, Chief Technical Strategist di LPL Financial.
Sementara itu, saham Intel melonjak 2,7% setelah perusahaan mengumumkan rencana untuk memisahkan bisnis foundry mereka menjadi anak perusahaan. Pemerintah AS juga memberikan dukungan hingga US$3 miliar kepada Intel melalui program CHIPS Act.
Investor saat ini optimis, namun tetap waspada, mengingat keputusan The Fed bisa berdampak besar pada arah pasar dalam waktu dekat.
