spot_img

Toba Pulp Lestari Hentikan Sementara Pabrik Pulp, Ini Penyebabnya!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU) mengumumkan, pihaknya telah menghentikan sementara operasional pabrik pulp Perseroan sejak 29 November 2024 sampai dengan 11 Mei 2025. Langkah penghentian ini dilakukan bukan disebabkan oleh kegiatan rutin Perseroan.

Direksi INRU dalam pengumuman tertulis di Jakarta, Senin (30/12/2024) mengemukakan, penghentian sementara aktivitas operasi pabrik pulp karena berkurangnya pasokan bahan baku (kayu) dari sebagian wilayah kegiatan operasional Perseroan. “Ini akibat adanya klaim-klaim tanah yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat di wilayah operasional PBPH Perseroan,” tulis Direksi.

Menurut Direksi INRU, dampak dari penghentian sementara operasional pabrik pulp  terhadap keuangan Perseroan adalah berkurangnya penghasilan akibat hilangnya hasil produksi selama penghentian sementara pabrik tersebut.

Selain itu, papar Direksi, dampak terhadap ekonomi sekitar yakni menurunnya perekonomian lokal di sekitar operasional pabrik, terutama di Kecamatan Parmaksian, Kabupaten Toba, Sumatera Utara. Namun, tidak ada dampak hukum ataupun kelangsungan usaha Perseroan akibat penghentian sementara pabrik.

Sekedar informasi, hingga kuartal III 2024, INRU masih mencatat kerugian sebesar US$2,12 juta, turun 86,30% dari rugi US$15,47 juta pada kuartal III 2023.  Meski merugi, penjualan bersih emiten beraset US$480,36 juta per September 2024 itu tumbuh 16,42% jadi US$83,68 juta pada kuartal III 2024, dari US$71,88 juta.

PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU) adalah perusahaan yang didirikan pada tahun 1983 dan bergerak dalam bidang produksi dan perdagangan bubur kertas, bahan kimia dasar, produk kayu, serta pengembangan konsesi hutan tanaman industri. Perseroan mulai melakukan operasi komersial dimulai pada bulan April 1989. Produk perusahaan dipasarkan di dalam negeri dan internasional. (konrad)

- Advertisement -

Artikel Terkait

BBRI Buyback Saham Hingga Rp500 Miliar, Manajemen Yakin Fundamental Tetap Kuat

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk...

TPIA dan KBLV Termasuk 5 Saham Top Gainers Pekan Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama lima...

Indonesia Kendaraan (IPCC) Tebar Dividen Final Rp86,6901 per Saham, Catat Tanggal Cum Date

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Rapat Umum  Pemegang Saham Tahunan  (RUPST) PT Indonesia Kendaraan...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru