STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa menguat tajam pada penutupan perdagangan Rabu (23/4/2025) waktu setempat. Sentimen positif datang dari harapan meredanya ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan China.
Mengutip CNBC International, indeks Stoxx 600, yang mencakup saham-saham di seluruh Eropa ditutup naik 1,78% di akhir perdagangan. Kenaikan ini makin kuat di sesi sore setelah Wall Street dibuka dalam tren positif.
Sektor teknologi menjadi pemimpin penguatan di Eropa dengan lonjakan 3,96%. Sebaliknya, saham sektor utilitas yang biasanya dianggap defensif justru turun 1,4%.
Kabar bahwa perang dagang antara AS dan China mungkin bisa dihindari langsung memicu minat risiko di kalangan investor.
Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Selasa bahwa tarif impor terhadap produk China “tidak akan setinggi 145%.” Namun, ia juga menegaskan tarif itu “tidak akan menjadi 0%.”
Pernyataan Trump memberikan harapan baru bahwa kedua negara bisa melunakkan pendekatan mereka dalam perang dagang yang telah berlangsung lama.
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, juga memberikan sinyal positif. Dalam pertemuan tertutup dengan investor, ia menyampaikan bahwa ketegangan dagang antara AS dan China kemungkinan akan mereda “dalam waktu dekat.”
Saat berbicara di Institute of International Finance di Washington D.C., Bessent mengatakan kedua negara punya peluang besar untuk membuat kesepakatan dagang yang signifikan.
Namun, ia juga mengkritik China karena menciptakan ketidakseimbangan perdagangan dan mencoba menyelesaikan masalah ekonomi dalam negerinya lewat ekspor.
“China perlu berubah,” kata Bessent. “Negara itu tahu bahwa mereka harus berubah. Semua orang tahu. Dan kami ingin membantu mereka berubah, karena kami juga perlu penyeimbangan ulang.”
Sentimen positif juga datang dari pernyataan Trump terkait Ketua Federal Reserve Jerome Powell. Ia menyatakan tidak berniat memecat Powell sebelum masa jabatannya berakhir tahun depan.
Pernyataan ini membuat pasar lebih tenang, mengingat sebelumnya Trump sering menyerang Powell dan menuntut penurunan suku bunga.
Kabar baik juga datang dari Jerman. Raksasa perangkat lunak SAP melaporkan lonjakan laba operasi kuartal I 2025 sebesar 58% secara tahunan dalam mata uang konstan. Pendapatan perusahaan juga naik 11%.
Kinerja ini melampaui ekspektasi analis dan membuat saham SAP yang tercatat di Frankfurt naik 10,6% pada penutupan.
Kenaikan tersebut ikut mengangkat indeks DAX Jerman hingga menguat 3,14%.
