STOCKWATCH.ID (JAKARTA) –. Hingga 23 Mei 2025, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 14 perusahaan yang resmi melantai di pasar saham. Total dana yang berhasil dihimpun dari aksi pencatatan saham perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) tersebut mencapai Rp7,01 triliun.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, mengatakan saat ini terdapat 20 perusahaan yang sedang berada dalam pipeline pencatatan saham. “Hingga saat ini, terdapat 20 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (24/5/2025).
BEI mengelompokkan perusahaan berdasarkan ukuran aset. Klasifikasi ini mengacu pada Peraturan OJK Nomor 53/POJK.04/2017. Dari 20 perusahaan yang sedang dalam proses antrean IPO, terdapat 2 perusahaan yang masuk kategori aset kecil. Nilai total aset keduanya di bawah Rp50 miliar.
Sementara itu, 11 perusahaan masuk kategori aset skala menengah dengan nilai aset antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar. Sisanya, sebanyak 7 perusahaan dikategorikan sebagai perusahaan dengan aset skala besar karena memiliki aset lebih dari Rp250 miliar.
Jika dilihat dari sektornya, antrean IPO paling banyak datang dari sektor financials. Ada 4 perusahaan dari sektor ini, atau setara 20% dari total pipeline.
Setelah itu, ada sektor consumer cyclicals, consumer non-cyclicals, serta transportation & logistics. Masing-masing menyumbang 3 perusahaan atau 15%.
Sektor energy, healthcare, dan technology masing-masing mencatatkan 2 perusahaan dalam daftar. Sedangkan sektor basic materials hanya diwakili oleh 1 perusahaan.
Beberapa sektor belum menunjukkan aktivitas IPO sama sekali. Sektor industrials, infrastructures, dan properties & real estate belum memiliki perusahaan yang masuk daftar antrean saat ini.
