back to top
Senin, Januari 26, 2026
27.2 C
Jakarta

Harga Emas Gak Mau Naik, Padahal Timur Tengah Lagi Memanas! Ternyata Ini Biang Keroknya!

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia bergerak stabil pada penutupan perdagangan Selasa (17/6/2025) waktu setempat, atau Rabu pagi (18/6/2025) WIB. Penguatan dolar Amerika Serikat menahan lonjakan emas meski ketegangan antara Iran dan Israel masih berlangsung.

Mengutip CNBC International, harga emas di pasar spot naik tipis 0,2% ke level US$3.390,29 per troy ounce pada pukul 14.18 waktu New York. Sementara itu, emas berjangka di AS justru turun sekitar 0,3% ke posisi US$3.408,70 per troy ounce.

Di sisi lain, indeks dolar AS menguat sekitar 0,8%. Hal ini membuat daya tarik emas sebagai aset lindung nilai sedikit meredup.

“Untuk saat ini, harga sedang konsolidasi karena pelaku pasar menunggu keputusan The Fed dan perkembangan konflik di Timur Tengah,” ujar Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan keinginannya untuk mengakhiri sengketa nuklir dengan Iran secara tuntas. Ia bahkan mengisyaratkan kemungkinan mengirim pejabat tinggi AS untuk bertemu langsung dengan pihak Iran. Pernyataan ini muncul di tengah berlangsungnya perang udara antara Israel dan Iran yang telah memasuki hari kelima.

Pasar juga menantikan keputusan kebijakan moneter dari Federal Reserve yang akan diumumkan Rabu waktu setempat. Gubernur The Fed Jerome Powell dijadwalkan memberikan konferensi pers setelah pengumuman.

Bank sentral AS diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 4,25%-4,50%, yang sudah berlaku sejak Desember tahun lalu.

Lingkungan suku bunga rendah dan ketidakpastian geopolitik biasanya menjadi katalis positif bagi harga emas. Selain itu, survei dari World Gold Council menunjukkan bahwa bank sentral di berbagai negara memperkirakan akan menambah porsi cadangan emas mereka dalam lima tahun ke depan.

Di sisi lain, harga perak melonjak 2% ke US$37,08 per ons. Bahkan sempat menyentuh level tertinggi sejak Februari 2012.

Dalam catatan Citi, harga perak diprediksi bisa menembus US$40 dalam enam hingga dua belas bulan mendatang. “Kami memperkirakan ketersediaan perak akan makin ketat karena defisit berturut-turut, pemegang saham yang enggan menjual kecuali harga tinggi, dan permintaan investasi yang kuat,” tulis Citi.

Logam mulia lainnya juga ikut menguat. Harga platinum naik 1,6% ke US$1.264,08, sedangkan palladium naik 1,7% ke US$1.046,96.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Harga Perak Cetak Sejarah Tembus USD 100, Emas Selangkah Lagi Capai USD 5.000

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Harga perak dunia mencetak sejarah...

AS Kirim Armada ke Iran dan Jatuhkan Sanksi Baru, Harga Minyak Dunia Meroket 3%

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia melambung hampir 3%...

Khawatir Trump Tak Terprediksi, Ekonom Jerman Desak Ribuan Ton Emas di AS Dipulangkan

STOCKWATCH.ID (BERKIN) – Jerman kini menghadapi desakan kuat untuk...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru