Sabtu, November 29, 2025
29.5 C
Jakarta

Bursa Saham Asia Tertekan, Sentimen Negatif Datang dari Tarif Balasan Trump

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham Asia-Pasifik kembali ditutup melemah pada akhir perdagangan Jumat (1/8/2025) waktu setempat. Sentimen pasar terganggu setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan revisi tarif “resiprokal” terhadap sejumlah negara dengan kisaran antara 10% hingga 41%.

Mengutip CNBC International, indeks Hang Seng di Hong Kong turun 1,07% ke posisi 24.507,81. Sementara itu, indeks CSI 300 yang berisi saham-saham unggulan di China daratan melemah 0,51% ke level 4.045,93.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 ditutup turun 0,66% ke 40.799,60. Meski begitu, indeks Topix justru naik tipis 0,19% ke 2.948,65.

Saham-saham di Korea Selatan mengalami pelemahan paling tajam di kawasan. Indeks Kospi merosot 3,88% ke 3.119,41, sedangkan indeks Kosdaq yang berisi saham berkapitalisasi kecil anjlok 4,03% ke 772,79.

Pasar Australia juga ditutup melemah. Indeks S&P/ASX 200 turun 0,92% menjadi 8.662.

Di India, indeks Nifty 50 melemah 0,48%. Sedangkan BSE Sensex terkoreksi 0,34% hingga pukul 14.02 waktu setempat.

Pelemahan ini terjadi seiring kekhawatiran investor terhadap dampak lanjutan dari kebijakan dagang terbaru pemerintah AS. Tarif-tarif baru ini dinilai bisa memicu ketegangan perdagangan yang lebih luas dan mengganggu arus ekspor global.

“Fakta bahwa Trump tidak mundur dan tetap menerapkan tenggat 1 Agustus, alih-alih menundanya ke 1 September, membuat sentimen pasar memburuk,” ujar Russ Mould, Direktur Investasi di AJ Bell.

Ia menambahkan tekanan juga datang dari sektor kesehatan. “Investor di sektor kesehatan ikut tertekan setelah Trump mengirim surat ke berbagai pimpinan perusahaan, meminta mereka menurunkan harga obat resep di AS atau menghadapi tindakan tegas,” lanjutnya.

Di sisi lain, data ekonomi kawasan juga tidak memberi banyak angin segar. Tingkat pengangguran Jepang tetap di level 2,5% pada Juni, sesuai ekspektasi. Sementara aktivitas manufaktur di China terpantau kembali menyusut pada Juli.

Mata uang Asia pun sebagian besar melemah terhadap dolar AS, memperburuk tekanan pada saham-saham teknologi besar yang sebagian besar juga ditutup di zona merah.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Wall Street Libur Thanksgiving, Investor Siap “Gaspol” Besok Pagi

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Wall Street tutup...

Isu Akuisisi Bikin Saham Puma Terbang 18%, Bursa Eropa Selamat dari Zona Merah

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada...

Full Senyum! Bursa Asia Kompak Menghijau, Investor India Panen Besar

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Mayoritas bursa saham Asia-Pasifik berakhir menguat...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru