Melantai di BEI Januari 2023, Cakra Buana Resources Incar Dana IPO Rp81,18 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Sebanyak 738 juta saham  PT Cakra Buana Resources Tbk (CBRE) ditawarkan ke investor publik dalam Penawaran Umum Perdana (PUP) saham pada 28 Desember 2022 – 03 Januari 2023. Jumlah saham yang ditawarkan ini sebesar 16,26% dari modal ditempatkan dan disetor CBRE setelah PUP saham. Penawaran awal dimulai pada 13-16 Desember 2022.

Dalam prospektus rencana PUP saham yang diumumkan, Selasa (13/12), Direksi CBRE mengemukakan, harga perdana CBRE antara Rp100-110 per saham. Dari PUP saham, calon emiten di bidang transportasi dan logistik itu akan memperoleh tambahan modal maksimal Rp81,18 miliar.

Bersamaan dengan PUP saham, CBRE juga menerbitkan 1,328 miliar Waran Seri I. Setiap pemegang lima saham hasil PUP memperoleh sembilan Waran Seri I. Setiap pemegang satu Waran Seri I berhak membeli satu saham baru CBRE dengan harga pelaksanaan antara Rp250-400 per unit.

Menurut Direksi CBRE, sebesar 40% dana PUP saham untuk mendukung rencana pembiayaan belanja modal (capital expenditure/capex). Sisanya 60% untuk modal kerja Perseroan.

Saham dan waran CBRE bernominal Rp25 per unit itu akan dicatatkan dan mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 5 Januari 2023. Diharapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan pernyataan efektif untuk PUP CBRE pada 26 Desember 2022.

Pendapatan CBRE per Juni 2022 mencapai Rp12,07 miliar, meningkat sebesar 255% dibandingkan Rp3,40 miliar pada periode sama 2021. Dari pendapatan tersebut, Perseroan pun berhasil membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp2,63 miliar (Rp0,69 per saham) per Juni 2022. Dibandingkan periode sama tahun lalu, CBRE merugi Rp1,58 miliar (Rp0,41 per saham).

Sementara  total aset CBRE naik 14,26%, dari Rp87,24 miliar pada 2021 menjadi Rp99,68 miliar per Juni 2022. Sedangkan total liabilitas CBRE berkurang 84,61% menjadi Rp13,22 miliar dari sebelumnya Rp85,91 miliar. Adapun ekuitas CBRE tercatat Rp86,46 miliar per Juni 2022, meningkat signifikan sebesar 6.400,75%, dari Rp1,33 miliar pada 2021.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Efek Domino Pengumuman MSCI: Saham BREN dan DSSA Merosot Tajam, Simak Strategi Analis

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Dua emiten raksasa, PT Barito Renewables...

Respons OJK atas Pengumuman MSCI: Reformasi Pasar Modal RI Diakui

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut positif...

Jawab BEI, Petrosea (PTRO) Ungkap Alasan Lepas KMS Senilai Rp1,73 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)  – PT Petrosea Tbk (PTRO) memberikan penjelasan...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru