Rabu, Januari 21, 2026
27.4 C
Jakarta

Harga Minyak Dunia Seret, Pasar Tertekan Kenaikan Produksi dan Konflik Rusia-Ukraina

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak mentah dunia bergerak tipis pada akhir perdagangan Senin (1/8/2025) waktu setempat atau Selasa pagi (2/9/2025) WIB. Sentimen negatif datang dari lonjakan produksi dunia dan kekhawatiran tarif Amerika Serikat yang bisa menekan permintaan. Pasokan Rusia juga masih terganggu akibat perang.

Mengutip CNBC International, kontrak berjangka Brent turun 12 sen atau 0,18% ke US$67,36 per barel pada pukul 00.46 GMT, di London ICE Futures Exchange.

Adapun harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) ikut melemah 13 sen atau 0,2% menjadi US$63,88 per barel, di New York Mercantile Exchange. Aktivitas perdagangan relatif sepi karena pasar keuangan AS tutup memperingati Hari Buruh.

Situasi geopolitik kembali panas. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menegaskan akan membalas serangan Rusia. “Kami akan melakukan lebih banyak serangan jauh ke dalam wilayah Rusia,” ujarnya pada Minggu. Pernyataan ini muncul setelah drone Rusia menghantam fasilitas listrik di wilayah utara dan selatan Ukraina.

Serangan udara kedua negara dalam beberapa pekan terakhir mengganggu pasokan energi. Ekspor minyak Rusia ikut terpukul. Data pelacakan kapal yang dikutip analis ANZ menunjukkan pengiriman mingguan dari pelabuhan Rusia turun ke level terendah dalam empat minggu, yakni 2,72 juta barel per hari.

Meski pasokan tertekan, harga minyak dinilai masih sulit bergerak naik. Survei Reuters pada Jumat menyebut harga minyak tahun ini tidak banyak terdorong karena produksi produsen utama terus meningkat. Ancaman tarif AS juga menekan prospek permintaan.

Tekanan tambahan datang dari China. Aktivitas manufaktur negara itu kembali kontraksi pada Agustus. Survei resmi menunjukkan penurunan sudah terjadi lima bulan berturut-turut. Produsen menahan produksi di tengah ketidakpastian kesepakatan dagang dengan AS dan permintaan domestik yang melemah.

Investor kini menunggu hasil pertemuan OPEC+ pada 7 September. Pertemuan ini dinilai penting untuk melihat arah produksi ke depan. Sementara itu, data Badan Informasi Energi AS (EIA) mencatat produksi minyak mentah AS mencetak rekor baru pada Juni. Produksi naik 133.000 barel per hari menjadi 13,58 juta barel per hari.

Pasar juga menunggu laporan ketenagakerjaan AS pekan ini. Data tersebut akan jadi sinyal kesehatan ekonomi dan menguji keyakinan investor soal peluang pemangkasan suku bunga yang selama ini ikut mendorong minat terhadap aset berisiko seperti komoditas.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Tensi Geopolitik Memanas, Harga Emas Dunia Tembus Rekor Baru 4.700 USD

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia kembali mencetak sejarah...

Pasokan Kazakhstan Terganggu, Harga Minyak Dunia Melaju ke 64,92 USD

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia ditutup menguat pada...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru