Senin, Januari 12, 2026
24.4 C
Jakarta

BTPN Syariah Buka Peluang Bagi Dividen Lebih Gede, Bisa Sampai 60% di Tahun Buku 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) memberi sinyal akan lebih longgar dalam pembagian dividen untuk tahun buku 2025. Perseroan membuka peluang rasio dividen (payout ratio) bisa tembus 60% sesuai kebijakan yang berlaku.

Direktur BTPS, Fachmy Achmad, menjelaskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) terakhir perseroan membagikan dividen Rp265,78 miliar untuk tahun buku 2024. Jumlah itu setara 25% dari laba bersih Rp1,06 triliun. “Memang betul tahun ini, di RUPS tahun ini kita memutuskan payout ratio dividen-nya sekitar 25%. Tapi sebenarnya kalau diperhatikan, payout 25% ini dikarenakan kita juga, saat yang bersamaan punya plan untuk melakukan pengumuman buyback saham,” ujarnya, dalam Paparan Publik Live 2025, di Jakarta, Rabu (10/9/2025).

Fachmy menegaskan kebijakan dividen BTPS memberi ruang pembayaran lebih tinggi hingga 60% dari laba bersih. “Untuk kebijakan dari dividen, jadi sebagaimana dijelaskan sebelumnya dan juga di kebijakan dividen kami, di kami ini sangat dimungkinkan pembayaran dividen payout ratio mencapai 60%,” katanya.

Fachmy menyinggung tren pembagian dividen di tahun-tahun sebelumnya yang sudah pernah mencapai 50%. “Untuk tahun 2023 dividen sendiri, jadi dividen tahun 2004, tahun 2003, itu payout ratio kita sudah 50%. Jadi tentunya nanti kita akan melihat untuk tahun 2025 payout ratio ini, apakah ada rencana lain, seperti misalkan buyback atau rencana lainnya, yang kalau tidak ada ya dimungkinkan pembayaran payout ratio sesuai dengan kebijakan dividen yang bank memiliki,” lanjutnya.

Hingga semester I 2025, kinerja BTPS tercatat solid. Perseroan membukukan laba bersih Rp644 miliar, tumbuh 16,6% secara tahunan. Penyaluran pembiayaan mencapai Rp10,14 triliun dengan rasio keuangan yang tetap kuat. Return on Asset (RoA) berada di level 7,6% dan Capital Adequacy Ratio (CAR) mencapai 54,5%, jauh di atas rata-rata industri.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Kasus Gagal Bayar Dana Syariah Indonesia Capai Rp1,4 Triliun, OJK Buka Suara soal Dana Nasabah

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendalami...

Targetkan Rp11 Triliun, Pemerintah Siap Lelang 8 Seri Sukuk Negara pada 13 Januari

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pemerintah Republik Indonesia akan menggelar lelang...

BTN Rampungkan Spin-off UUS ke Bank Syariah Nasional, Nilai Transaksi Rp5,56 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru