STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Hendro Susilo, Komisaris PT Segar Kumala Indonesia Tbk (BUAH) memborong 2.000.000 unit (0,2%) saham emiten distributor buah-buahan dan sayur, serta produk unggas impor tersebut pada 9 September 2025.
Seperti dikutip dalam laporan keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis 11 September 2025, Hendro Susilo membeli saham BUAH pada harga Rp1.400 per lembar sehingga dana yang digelontorkan mencapai Rp2,8 miliar.
Hendro bilang, setelah transaksi ini, dia memiliki 365.000.000 unit m BUAH, atau setara 36,5% dari sebelumnya 363.000.000 lembar (36,3%) saham. “Tujuan transaksi adalah investasi dengan kepemilikan saham langsung di BUAH,” ujarnya.
Hingga pukul 11.20 WIB perdagangan sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis 11 September 2025, saham BUAH tercatat di Rp1.455 per unit, turun 0,68% dibandingkan sehari sebelumnya di Rp1.465 per unit. Jika dibandingkan antara harga penutupan 11 Agustus 2025 di posisi Rp1.320 terhadap penutupan 10 September 2025 sebesar Rp1.455, maka saham BUAH telah naik sebesar 10,22%.
Sekedar informasi, PT Segar Kumala Indonesia Tbk (BUAH) dimulai pada tahun 2017 sebagai bisnis milik keluarga yang menjual jeruk Pontianak. Perusahaan bercita-cita menjadi perusahaan yang mapan, dan memperluas bisnis menjadi distributor buah-buahan, sayuran, dan produk unggas impor.
Barang-barang tersebut didistribusikan melalui jaringan besar di kota-kota besar di Indonesia, yang juga dilengkapi dengan tempat penyimpanan dingin berkapasitas besar (lebih dari 1.900 ton). Ada sembilan lokasi gerai di seluruh Indonesia, antara lain Ambon, Balikpapan, Medan, Manado, Yogyakarta, Bali, dan Makassar. Titik distribusi utama di Indonesia Barat adalah Jakarta, sedangkan Surabaya menjadi titik distribusi Indonesia Timur. (konrad)
