STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan peringatan Unusual Market Activity (UMA) untuk 11 saham yang mengalami lonjakan harga di luar kebiasaan. Peringatan ini diberikan untuk melindungi investor dan memberi sinyal agar pelaku pasar lebih cermat sebelum mengambil keputusan investasi.
Saham yang masuk daftar UMA hari ini meliputi PT Pudjiadi Prestige Tbk (PUDP), PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK), PT Bank Permata Tbk (BNLI), PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), PT Petrosea Tbk (PTRO), PT Star Pacific Tbk (LPLI), PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA), PT Sekar Bumi Tbk (SKBM), PT Cilacap Samudera Fishing Industry Tbk (ASHA), PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL), dan PT Janu Putra Sejahtera Tbk (AYAM).
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menegaskan, “Pengumuman Unusual Market Activity tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal,” ujarnya melalui keterbukaan informasi di laman Bursa, dikutip Rabu (24/9/2025).
Informasi terakhir dari masing-masing emiten sudah dipublikasikan di website resmi BEI, mulai dari laporan bulanan, penjelasan atas volatilitas transaksi, rencana RUPS, hingga pencatatan saham. Saat ini, BEI tengah mencermati pola transaksi untuk menilai perkembangan harga saham yang melonjak di luar kebiasaan.
Saham PUDP mencatat lonjakan harga signifikan sejak informasi terakhir pada 3 September 2025 terkait laporan bulanan registrasi pemegang efek. FOLK naik di luar kebiasaan setelah penjelasan volatilitas transaksi pada 22 September 2025.
BNLI sebelumnya masuk daftar UMA pada 25 Februari 2025. Informasi terakhir terkait penyampaian bukti iklan panggilan RUPS diterbitkan pada 9 September 2025. Saham VKTR juga mengalami peningkatan harga yang tidak biasa, dengan informasi terakhir dipublikasikan pada 22 September 2025. PTRO masuk daftar UMA setelah informasi terakhir tentang rencana penyelenggaraan public expose tahunan diterbitkan pada 22 September 2025.
Saham LPLI mencatat aktivitas pasar tidak biasa, dengan informasi terakhir berupa laporan bulanan registrasi pemegang efek pada 8 September 2025. MEJA kembali naik di luar kebiasaan, dengan informasi terakhir terkait pencatatan saham pada 18 September 2025. Sebelumnya, Bursa sempat menghentikan sementara perdagangan MEJA pada 30 April 2025 dan 10 Mei–23 Juli 2025, serta mengumumkan UMA pada 23 April 2025.
SKBM mengalami kenaikan harga tidak wajar, dengan informasi terakhir berupa laporan bulanan registrasi pemegang efek pada 9 September 2025. Bursa sebelumnya melakukan suspensi cooling down pada 19 Desember 2024 dan mengumumkan UMA pada 16 Desember 2024. ASHA mencatat aktivitas pasar tidak biasa dengan informasi terakhir dipublikasikan pada 18 September 2025.
BULL menunjukkan indikasi pola transaksi tidak wajar, dengan informasi terakhir berupa ringkasan risalah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 17 September 2025. Sebelumnya, Bursa mengumumkan UMA pada 18 Maret, 20 Juni, dan 15 September 2025. Informasi terakhir mengenai AYAM adalah laporan bulanan registrasi pemegang efek per 10 September 2025. Sebelumnya, saham ini juga masuk daftar UMA pada 20 Juni 2025.
BEI meminta investor memperhatikan jawaban emiten atas permintaan konfirmasi Bursa, mencermati kinerja perusahaan, dan meninjau kembali rencana aksi korporasi yang belum mendapat persetujuan RUPS. Investor juga diingatkan untuk mempertimbangkan segala kemungkinan sebelum mengambil keputusan investasi.
Dengan pengumuman UMA ini, BEI berharap investor lebih bijak dan berhati-hati. Setiap keputusan investasi sebaiknya tetap berlandaskan keterbukaan informasi resmi dari perusahaan tercatat.
