Selasa, Januari 20, 2026
30 C
Jakarta

Saham SMLE Disuspensi BEI, Manajemen Angkat Bicara!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) pada Senin, 29 September 2025. Suspensi dilakukan setelah harga saham perusahaan ini melonjak signifikan dalam waktu singkat.

Penghentian perdagangan berlaku di Pasar Reguler dan Pasar Tunai sejak sesi I perdagangan. Suspensi akan berlangsung hingga ada pengumuman lanjutan dari BEI.

Pada penutupan perdagangan Jumat, 26 September 2025, harga saham SMLE menguat. Saham ini ditutup di Rp322 per lembar, naik 2,55% dari Rp314. Sepanjang sesi, harga bergerak di Rp296–Rp352 dengan volume 42,88 juta lembar. Harga tertinggi tahun ini tercatat Rp322, sementara terendah berada di Rp98 pada 12 Maret 2025. Dalam 52 minggu terakhir, saham bergerak di kisaran Rp78–Rp352. Kapitalisasi pasar kini sebesar Rp749,66 miliar.

Direktur Utama PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE), Siu Min, menegaskan keputusan suspensi merupakan kewenangan penuh bursa. “Kami sebagai emiten selalu menjaga keteraturan, kewajaran, dan efisiensi perdagangan. Jadi kami tidak punya kewenangan untuk mengatur suspensi itu seperti apa,” ujarnya dalam paparan publik insidentil yang digelar secara daring pada Rabu (1/10/2025).

Ia menjelaskan setiap saham memiliki karakteristik dan basis investor yang berbeda. Menurutnya, BEI mungkin memiliki mekanisme internal untuk menilai pola transaksi yang dianggap tidak wajar. “Kami tidak dapat mengomentari keputusan BEI terhadap saham lain, namun kami pastikan perseroan akan selalu patuh dalam ketentuan yang ditetapkan oleh regulator,” katanya.

Manajemen juga memastikan siap memberikan klarifikasi dalam forum public expose. Langkah ini dilakukan agar keterbukaan informasi semakin terjaga dan komunikasi dengan investor lebih kuat. “Jika terdapat hal yang dianggap sebagai kejanggalan oleh regulator, tentu kami akan mendukung proses klarifikasi,” ujar Siu Min.

Terkait nasib suspensi, ia mengaku belum mendapat kepastian dari BEI. Meski begitu, manajemen berharap suspensi bisa segera dicabut. “Harapan kami setelah public expose dan tidak ada yang aneh-aneh dari perusahaan PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk ini, suspensi bisa dibuka lebih cepat,” ucapnya.

Siu Min juga menanggapi soal fluktuasi harga saham SMLE yang sempat naik tajam. Dalam tiga bulan terakhir, harga saham SMLE melonjak dari Rp120 menjadi Rp322 per lembar. “Harga saham itu sepenuhnya terkait permintaan dan penawaran. Mungkin investor punya pandangan prospek perusahaan ke depan akan bagus, sehingga saham kami bisa mencapai fluktuasi seperti itu,” jelasnya.

Ia menambahkan perusahaan hanya fokus mengembangkan bisnis agar profit semakin meningkat. “Yang kami tahu adalah bagaimana kami memulai dan juga mengembangkan bisnis ini sehingga mempunyai profit yang lebih baik dari hari ke hari,” kata Siu Min.

Untuk menjaga kepercayaan investor, perusahaan juga bergerak cepat dengan menggelar public expose. “Karena memang perusahaan kami bukan perusahaan yang ada yang ditutup-tutupi, sehingga sangat cepat kami melakukan public expose agar informasi bisa kami sampaikan ke publik,” tegasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Naik 0,24%, IHSG Sesi I ke 9.155,408 Berkat Saham-Saham Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham...

Borong 362,716 Juta Saham Super Bank (SUPA), DB Holdings Ltd Kuasai 11,10%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- DB Holdings Pte, Ltd, salah satu pemegang...

OJK Terbitkan Peraturan Gugatan Untuk Perlindungan Konsumen, Ini Penjelasannya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Peraturan Otoritas...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru