STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham Asia-Pasifik ditutup bervariasi pada perdagangan Kamis (9/10/2025) waktu setempat. Pasar saham Jepang dan China mencatat kenaikan tajam, sementara Hong Kong justru tergelincir. Kenaikan terbesar datang dari saham SoftBank yang melejit usai mengumumkan akuisisi besar di sektor robotika.
Mengutip CNBC International,saham SoftBank Group melonjak 11,43% setelah perusahaan asal Jepang itu sepakat membeli divisi robotika milik ABB, perusahaan teknik asal Swiss, dengan nilai US$5,4 miliar. Aksi ini memperluas langkah SoftBank di sektor kecerdasan buatan (AI).
Pendiri SoftBank, Masayoshi Son, menyebut kesepakatan ini menjadi langkah strategis untuk menggabungkan teknologi robotika dan kecerdasan buatan. “Frontier berikutnya bagi SoftBank adalah Physical AI. Bersama ABB Robotics, kami akan menyatukan teknologi dan talenta kelas dunia di bawah visi bersama untuk menggabungkan Kecerdasan Super Buatan dan robotika — mendorong evolusi besar yang akan membawa umat manusia maju,” ujar Son.
Kecerdasan Super Buatan atau Artificial Super Intelligence (ASI) merupakan konsep yang diyakini Son sebagai bentuk AI yang 10.000 kali lebih cerdas dari manusia. Ia berupaya menempatkan SoftBank sebagai pemain utama dalam lonjakan AI global lewat investasi dan akuisisi strategis, termasuk kepemilikan pada perusahaan chip Arm dan saham besar di OpenAI.
Sementara itu, indeks Nikkei 225 Jepang ditutup menguat 1,77% ke level 48.580,44, menembus rekor tertinggi baru. Indeks Topix juga naik 0,68% menjadi 3.257,77.
Di China, indeks CSI 300 melonjak 1,48% ke 4.709,48 setelah libur panjang. Saham sektor bahan baku memimpin penguatan, di antaranya Tongling Nonferrous Metals yang naik 10,08% dan Dongfang Electric yang menguat 10,01%.
Kenaikan ini terjadi setelah Kementerian Perdagangan China memperketat aturan ekspor mineral tanah jarang. Pemerintah Beijing kini mewajibkan izin ekspor bagi produk yang mengandung lebih dari 0,1% unsur tanah jarang, atau yang diproduksi menggunakan teknologi penambangan, pemurnian, dan daur ulang dari China.
Di Hong Kong, saham Hang Seng Bank melesat lebih dari 26% setelah HSBC mengajukan proposal privatisasi senilai 290 miliar dolar Hong Kong (sekitar US$37 miliar). Dalam rencana itu, setiap saham Hang Seng akan ditebus dengan harga 155 dolar Hong Kong.
Namun, saham HSBC yang terdaftar di Hong Kong justru turun lebih dari 6%. Indeks Hang Seng melemah 0,29%, sementara indeks Hang Seng Tech turun 0,66%.
Di Australia, indeks S&P/ASX 200 naik tipis 0,25% menjadi 8.969,8, sedangkan pasar saham Korea Selatan libur karena hari raya.
Dari India, indeks Nifty 50 menguat 0,54% ke level 25.181,8, ditopang oleh optimisme investor terhadap sektor teknologi dan keuangan.
