Sabtu, November 29, 2025
31.1 C
Jakarta

Pengendali Lepas Jutaan Saham Atlantis Subsea (ATLA), Dapat Cuan Segini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Rudi Reksa Sutantra, pemegang saham pengendali PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk (ATLA) menjual  sebanyak 5.000.000  unit (0,08%) kepemilikan sahamnya di perusahaan tersebut pada 10 Oktober 2025.

Seperti dikutip  dalam laporan keterbukaan informasi, Selasa  14 Oktober 2025,  Rudi Reksa Sutantra menjual saham ATLA pada harga Rp77 per lembar sehingga berhasil mengantongi dana sebesar Rp385 juta.

Setelah penjualan tersebut, kepemilikan Rudi Reksa Sutantra atas saham ATLA turun menjadi 3.092.511.400 unit (49,88%) saham dari sebelumnya sebesar 3.097.511.400 unit atau 49,96% saham.

Pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa 14 Oktober 2025,  saham ATLA turun sebesar 3,90% menjadi Rp74 per unit dibanding sehari sebelumnya di posisi Rp77 per unit. Jika dibandingkan antara harga 15 September  2025 di level Rp70 per unit terhadap harga  penutupan 13 Oktober 2026, maka saham ATLA telah meningkat  sebesar 10%.

PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk (ATLA) adalah perusahaan yang didirikan pada tahun 2016. Perusahaan ini menyediakan dukungan dan solusi spesialis multi-disiplin global untuk sektor minyak dan gas, energi dan energi terbarukan, serta infrastruktur kelautan.

Perusahaan tersebut bekerja sama dengan perusahaan mitra di berbagai negara untuk melakukan survei dan studi kelautan di seluruh dunia. (konrad)

- Advertisement -

Artikel Terkait

13 Perusahaan Antre IPO, 7 Berpotensi Melantai Tutup Tahun Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) — Sejumlah perusahaan diketahui tengah mengantre untuk...

Simak! Ini 5 Saham Top Losers dalam Sepekan, Ada MSIN, PURI dan KOKA

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan...

Sinar Mas Multiartha (SMMA) Tambah Setoran Modal Anak Usaha Rp880 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) telah...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru