STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) melaporkan, pihaknya memperoleh kontrak jasa pengeboran laut dari PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) dengan estimasi nilai US$13,6 juta pada 20 Oktober 2025.
Menurut Mahar Atanta Sembiring, Direktur APEX dalam keterangan tertulis yang disampaikan, Senin 20 Oktober 2025, kontrak PHM meliputi pekerjaan pengeboran laut di wilayah Delta Mahakam, Kalimantan Timur dengan durasi selama 7 bulan.
“Perolehan kontrak ini akan berdampak positif terhadap utilisasi rig dan pendapatan operasional Perseroan,” tulis Mahar dalam keterangannya.
Hingga semester I 2025, APEX membukukan pendapatan sebesar US$42,85 juta, naik tipis 0,65% dari US$42,57 juta pada periode yang sama 2024. Laba bersih APEX yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 124% jadi US$751,227 ribu pada semester I 2025 dibandingkan US$335,380 ribu pada semester I 2024. Kenaikan laba APEX didukung antara lain oleh penurunan beban pokok, beban usaha, dan rugi selisih kurs pada semester I 2025.
Dari sisi neraca keuangan, APEX memiliki total aset sebesar US$245,59 juta per Juni 2025, turun 2,15% dari US$250,99 juta per Desember 2024. Jumlah liabilitas dan ekuitas APEX per Juni 2025, masing-masingUS$179,73 juta dan US$65,86 juta.
Seperti diketahui, APEX merupakan Perusahaan yang bergerak di bidang usaha jasa pengeboran darat dan lepas pantai untuk minyak dan gas, panas bumi, dan industri gas metana batubara. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1984 sebagai kontraktor pengeboran Indonesia. Saat ini, Perusahaan tersebut memiliki 5 rig lepas pantai, dan 6 rig darat. (konrad)
