back to top

Dari Rugi ke Untung: Bukalapak Cetak Laba Rp2,4 Triliun di Kuartal III 2025!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mencatat kinerja gemilang pada kuartal III 2025. Perusahaan e-commerce ini berhasil meraup laba bersih Rp2,4 triliun, berbalik dari rugi Rp597,34 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan tersebut menunjukkan lonjakan laba sekitar 502% dibandingkan tahun sebelumnya. Jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang mencatat laba Rp355 miliar, laba bersih Bukalapak melonjak hingga 576%.

Lonjakan laba tersebut terutama dipicu oleh kenaikan nilai investasi serta efisiensi operasional yang terus dijaga. Kondisi tersebut mencerminkan fundamental keuangan yang kuat dan strategi pengelolaan dana yang hati-hati.

“Capaian Bukalapak pada kuartal ketiga mencerminkan kemampuan kami untuk menjaga stabilitas dan ketahanan bisnis di tengah perubahan pasar. Kami terus menjalankan strategi dengan disiplin, memperkuat fondasi ekosistem, dan berupaya memberikan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” ,” ujar Victor Putra Lesmana, Direktur Bukalapak, dalam keterangan pers di tulis Rabu (29/10/2025).

Selama kuartal III 2025, Bukalapak membukukan pendapatan Rp1,64 triliun, naik 1% dibandingkan kuartal sebelumnya. Angka ini menunjukkan daya tahan bisnis di tengah kondisi pasar yang masih penuh tekanan. Margin kontribusi juga tercatat stabil, menandakan efisiensi operasional tetap terjaga di tengah persaingan industri teknologi.

EBITDA yang Disesuaikan tercatat negatif Rp18 miliar dan relatif stabil dalam tiga kuartal terakhir. EBITDA yang Disesuaikan ditambah pendapatan bunga bersih turun dari Rp201 miliar di kuartal II menjadi Rp175 miliar di kuartal III. Penurunan ini terjadi seiring program pembelian kembali saham dan tren penurunan suku bunga di Indonesia.

Hingga 30 September 2025, Bukalapak memiliki posisi kas yang solid. Total kas, setara kas, dan investasi likuid mencapai Rp17,9 triliun. Dana ini ditempatkan dalam instrumen likuid seperti deposito, obligasi pemerintah, dan reksa dana, memberi fleksibilitas finansial yang kuat bagi perusahaan.

Segmen bisnis utama Bukalapak juga tetap stabil. Segmen Gaming menjadi penyumbang terbesar dengan pendapatan Rp1,4 triliun, naik 2% dibandingkan kuartal sebelumnya. Segmen Investment membukukan pendapatan Rp18 miliar, tumbuh 30% secara kuartalan dengan margin kontribusi di atas 30%.

Pendapatan dari segmen Mitra Bukalapak menurun karena langkah strategis untuk fokus pada pasar yang lebih menguntungkan. Meski pendapatan turun, margin kontribusi justru naik 44% dibandingkan kuartal sebelumnya. Segmen Retail juga tetap berperan penting dalam ekosistem digital Bukalapak dengan margin kontribusi mencapai 23,6%.

Ke depan, Bukalapak akan memperkuat semua lini bisnis dan memperluas penetrasi pasar. Perseroan terus berinovasi untuk meningkatkan pengalaman pengguna dan menghadirkan solusi digital yang relevan bagi pelaku usaha di Indonesia.

- Advertisement -

Artikel Terkait

EBITDA IOTF Meroket Dua Kali Lipat Berkat Efisiensi AI

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF)...

BRI Kucurkan KUR Rp80,09 Triliun ke Sektor Pertanian Sepanjang 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk...

Bank Mandiri Cetak Laba Bersih Rp 56,3 Triliun pada 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru