Rabu, Januari 21, 2026
26.5 C
Jakarta

Harga Melonjak Gila-Gilaan, BEI Suspensi Saham-Saham Ini!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) –  PT Bursa Efek Indonesia menghentikan sementara perdagangan dua saham pada sesi I Senin, 17 November 2025. Dua saham itu adalah PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) dan PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN).

Suspensi dilakukan karena harga keduanya melonjak signifikan dalam waktu singkat. BEI menyebut langkah ini untuk menjaga perdagangan tetap teratur.

Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI, Pande Made Kusuma Ari A., menjelaskan alasan penghentian sementara ini dalam keterbukaan informasi yang dikutip Senin (17/11/2025).

 “Sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada Saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) dan sebagai bentuk perlindungan bagi Investor, PT Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan Saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai sesi I tanggal 17 November 2025 sampai dengan Pengumuman Bursa lebih lanjut,” ujarnya.

Suspensi juga berlaku untuk saham KDTN. “Sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada Saham PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN) dan sebagai bentuk perlindungan bagi Investor, PT Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan Saham PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai sesi I tanggal 17 November 2025 sampai dengan Pengumuman Bursa lebih lanjut,” tandasnya.

BEI meminta seluruh pihak memerhatikan keterbukaan informasi dari masing-masing emiten.

Harga saham

Harga saham MORA melonjak pada perdagangan Jumat, 14 November 2025. Saham MORA ditutup di level Rp6.075 per saham. Angka ini naik Rp1.000 atau 19,70% dibanding penutupan sebelumnya di Rp5.075 pada 13 November 2025.

Perdagangan hari itu cukup aktif. Volume transaksi mencapai 6.923.300 saham. Harga pembukaan tercatat Rp6.000. Harga tertinggi menyentuh Rp6.075. Harga terendah berada di Rp5.450.

Saham MORA juga menembus rekor tertinggi tahun berjalan di Rp6.075. Harga terendah tahun berjalan tercatat di Rp362 pada 17 Februari 2025. Rentang pergerakan 52 minggu berada di Rp290 sampai Rp6.075. Kapitalisasi pasarnya mencapai Rp143,65 triliun.

Pergerakan positif juga terjadi pada saham KDTN. Saham KDTN ditutup di Rp356 per saham pada 14 November 2025. Harga ini naik Rp70 atau 24,48% dari penutupan sebelumnya di Rp286.

Saham KDTN dibuka di level Rp350. Harga tertinggi hari itu berada di Rp356. Harga terendah turun sampai Rp300. Volume transaksi mencapai 19.878.800 saham.

KDTN juga mencatat harga tertinggi tahun berjalan di Rp356. Harga terendah tahun berjalan berada di Rp108 pada 17 Oktober 2025. Rentang 52 minggu bergerak antara Rp100 sampai Rp356. Kapitalisasi pasar KDTN tercatat Rp445,01 miliar.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Private Placement Rampung, FOLK Kantongi Dana Segar Rp57 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK)...

Sertifikat Saham Petrosea (PTRO) Milik Eddy Handoko Hilang, Datindo Beri Waktu Enam Bulan untuk Keberatan

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan laporan...

BEI Update Status Pemantauan Khusus Saham UNSP dan INPS, Ini yang Perlu Diketahui Investor

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali memperbarui...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru