STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa kembali melemah pada perdagangan Senin (17/11/2025) waktu setempat. Kenaikan di awal sesi hilang sebelum pasar ditutup.
Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa ditutup turun 0,54% ke 571,68. Mayoritas sektor melemah. CAC 40 turun 0,63% ke 8.119,02. FTSE MIB turun 0,52% ke 43.767,28. FTSE 100 koreksi 0,24% ke 9.675,43. DAX jatuh 1,20% ke 23.590,52. IBEX 35 turun 1,06% ke 16.172,60.
Tekanan ini muncul setelah pekan lalu pasar Eropa terguncang. Kekhawatiran gelembung teknologi AI dan prospek ekonomi global menggerus minat investor.
Di tengah tekanan pasar, WPP justru mencuri spotlight. Saham perusahaan periklanan asal Inggris itu melonjak 11%. Pemicunya laporan minat akuisisi dari Apollo Global Management, KKR, dan Havas. Minat ini mendorong arus beli meski pasar sedang tertekan.
Saham Saab juga sempat menguat tajam. Harga sahamnya naik 7,4% di sesi pagi. Kenaikan terjadi setelah perusahaan mengumumkan kesepakatan senilai US$3,6 miliar untuk memasok 17 jet tempur Gripen ke Kolombia dalam lima tahun. Penguatan itu terpangkas dan Saab hanya ditutup naik 2,6%.
Airbus ikut menghijau. Sahamnya naik sekitar 0,4% sepanjang sesi. Laporan menyebut perusahaan itu hampir memperoleh pesanan hampir 100 pesawat dari flydubai di Dubai Airshow. Pesanan besar ini dinilai membuat Airbus berpotensi unggul dari Boeing dalam perebutan kontrak maskapai berbiaya rendah tersebut.
Sentimen investor juga terpengaruh oleh perubahan ekspektasi kebijakan suku bunga The Federal Reserve. Peluang The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan Desember kini berada di 58%. Sebulan lalu, peluang pemangkasan suku bunga di akhir tahun masih mencapai 95%.
Pasar saham AS bergerak campuran menjelang rilis laporan penting. Investor menunggu kinerja Nvidia dan data ketenagakerjaan September. Valuasi tinggi, rotasi saham, dan penyesuaian ekspektasi suku bunga menekan saham-saham teknologi pekan lalu.
Bursa Asia Pasifik bergerak variatif. Investor memperhatikan meningkatnya ketegangan antara Jepang dan China setelah Beijing mengeluarkan peringatan perjalanan untuk warganya yang ingin berkunjung atau belajar di Jepang.
Tidak ada rilis data ekonomi atau laporan kinerja besar dari perusahaan Eropa pada perdagangan Senin.
