Senin, Januari 12, 2026
24.1 C
Jakarta

Polychem Indonesia (ADMG) Hentikan Permanen Operasional Segmen Poliester, Ini Alasannya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Manajemen PT Polychem Indonesia Tbk (ADMG) telah melakukan penghentian permanen atas operasional segmen usaha polyester karena terus mengalami kerugian selama beberapa tahun terakhir.

Djali Halim, Wakil Presiden Direktur ADMG dalam keterangan, Selasa 18 November 2025 menjelaskan, keputusan penghentian permanen operasional segmen usaha polyester ini telah disetujui  oleh Direksi dan Komisaris Perseroan pada tanggal 14 November 2025.

Menurut Djali, keputusan ini dengan mempertimbangkan segmen usaha polyester tidak lagi memberikan kontribusi positif terhadap kinerja keuangan serta strategi jangka panjang Perseroan. Namun, keputusan tersebut tetap memperhatikan ketentuan hukum yang berlaku serta hak dan kewajiban seluruh pihak terkait.

Dia menambahkan, kerugian divisi usaha polyester terutama disebabkan oleh tekanan harga jual akibat kelebihan pasokan global dan kompetisi ketat dengan produk impor. Selain itu, juga dipicu fluktuasi harga bahan baku utama yang berdampak pada kenaikan biaya produksi, serta utilisasi pabrik yang rendah akibat permintaan menurun. Sehingga biaya tetap menjadi tidak efisien.

Djali menjelaskan, manajemen ADMG telah melakukan berbagai upaya efisiensi dan restrukturisasi internal, namun belum mampu mengembalikan profitabilitas segmen operasi divisi polyester tersebut. “Oleh karena itu, penghentian permanen operasional segmen usaha polyester dipandang sebagai langkah strategis tepat untuk menjaga keberlanjutan dan kesehatan keuangan Perseroan secara keseluruhan,” tulis Djali dalam keterangannya.

Sesuai ketentuan Pasal 25 Ayat 1 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 17/POJK.04/2020 Tahun 2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, penghentian segmen operasi divisi polyester tidak diwajibkan memperoleh persetujuan RUPS.

Pasalnya, divisi polyester telah mengalami kerugian selama 5 (lima) tahun berturut-turut berdasarkan laporan keuangan tahun 2020 sampai dengan tahun 2024. Bahkan penghentian operasional divisi polyester juga akan mempengaruhi kelangsungan usaha Perusahaan Terbuka.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2025, ADMG membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$1,05 juta pada kuartal III 2025. Di periode yang sama tahun 2024, Perseroan menderita rugi US$4,15 juta. Penjualan bersih Perseroan tumbuh 36% menjadi US$106,26 juta pada Januari-September 2025, dari US$78,13 juta periode sama 2024. (konrad)

- Advertisement -

Artikel Terkait

SMIL Siap Gandeng Perusahaan Jepang, Bidik Investasi di Atas Rp350 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) — PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL)...

MSIE Tuntaskan Penggunaan Dana IPO Rp36 Miliar, Sisa Dana Hanya Rp401 Ribu

STOCKWATCH.ID (SURABAYA) — PT Multisarana Intan Eduka Tbk (MSIE)...

IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, Intip 6 Saham Jagoan BNI Sekuritas Hari Ini! Ada KPIG dan BULL

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru