back to top

Cahayasakti Investindo Gelar Rights Issue Rp 380, Incar Dana Rp 198 Miliar Plus Bonus Waran

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) — PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (CSIS) akan menggelar penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD I) atau lazim disebut rights issue.

Perseroan berencana menerbitkan saham baru sebanyak-banyaknya 522,800 juta lembar. Nilai nominal saham tersebut adalah Rp 100 per saham. Harga pelaksanaan rights issue ini ditetapkan sebesar Rp 380 per saham.

Dengan harga dan jumlah saham tersebut, CSIS berpotensi meraup dana segar sekitar Rp 198,664 miliar dari rights issue ini. Rencana ini sesuai dengan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang telah digelar pada 9 Januari 2025.

Direktur Utama Cahayasakti Investindo Sukses, Tjoea Aubintoro menjelaskan rasio HMETD yang ditetapkan adalah 10 banding 4. Artinya, setiap pemegang 10 saham lama berhak mendapatkan 4 HMETD.

Hak tersebut diberikan kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) perseroan pada 23 Desember 2025. Penutupan perdagangan saham dengan hak HMETD di Bursa Efek Indonesia (BEI) juga jatuh pada tanggal yang sama.

Selain saham baru, investor yang menebus haknya juga akan mendapatkan pemanis. Perseroan menerbitkan Waran Seri I dengan rasio 1.000 banding 100.

“Untuk setiap 1.000 (seribu) Saham Baru hasil pelaksanaan HMETD melekat 100 (seratus) Waran Seri I bagi pemegang HMETD yang melaksanakan haknya,” jelas Tjoea dalam keterbukaan informasi, Selasa (16/12/2025).

Harga pelaksanaan waran ditetapkan sebesar Rp 512 per waran. Jika seluruh waran dilaksanakan, perseroan bisa mendapatkan tambahan dana sekitar Rp 26,76 miliar. Sehingga, total potensi dana dari rights issue dan waran bisa mencapai kisaran Rp 225,43 miliar.

Waran ini dapat diperdagangkan mulai 29 Desember 2025 hingga 26 Desember 2028 di Pasar Reguler dan Negosiasi. Sedangkan periode pelaksanaan waran mulai 29 Juni 2026 hingga 28 Desember 2028.

Perseroan juga telah menyiapkan pembeli siaga yakni PT Andalan Utama Bintara (AUB). Pihak ini siap menyerap sisa saham yang tidak diambil bagian oleh pemegang saham lama. Pembeli siaga akan membeli maksimal 165.494.000 saham sisa dengan harga yang sama.

Dana hasil rights issue ini akan digunakan untuk ekspansi bisnis. Sekitar Rp 193,69 miliar akan disetorkan sebagai modal ke entitas anak, yaitu PT Bogorindo Cemerlang (BC).

Dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur di Kawasan Industri Cikembar dan Bukit Panenjoan. Selain itu, dana juga dipakai untuk pembangunan gudang di Kawasan Industri Sentul serta pembebasan lahan. Sisanya akan digunakan untuk modal kerja operasional perseroan.

Jadwal pelaksanaan rights issue telah disusun secara rinci. Tanggal Cum HMETD di Pasar Reguler dan Negosiasi jatuh pada 19 Desember 2025. Sementara itu, Ex HMETD di pasar yang sama dijadwalkan pada 22 Desember 2025.

Bagi investor di Pasar Tunai, Cum HMETD ditetapkan pada 23 Desember 2025 dan Ex HMETD pada 24 Desember 2025. Distribusi HMETD akan dilakukan pada 24 Desember 2025, disusul pencatatan efek di BEI pada 29 Desember 2025.

Periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD akan berlangsung mulai 29 Desember 2025 hingga 7 Januari 2026. Penyerahan efek dijadwalkan pada 2 Januari 2026 sampai 9 Januari 2026.

Kinerja keuangan CSIS sendiri menunjukkan tren positif. Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2025, pendapatan perseroan tercatat sebesar Rp 60,51 miliar. Angka ini naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba bersih tahun berjalan juga tumbuh menjadi Rp 23,92 miliar. Total aset perseroan per 30 Juni 2025 tercatat sebesar Rp 513,16 miliar. Sementara itu, total liabilitas berada di angka Rp 159,11 miliar dan ekuitas sebesar Rp 354,05 miliar.

- Advertisement -

Artikel Terkait

IHSG Sesi I Tertahan di 8.141,846, Turun 0,06%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham...

Jaga Stabilitas Harga Saham, CDIA Siap Buyback Saham Senilai Rp1 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) akan...

Tiga Hari Transaksi, Pengendali Jual 45 Juta Saham ATLA, Untung Miliaran

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Rudi R Sutantra, Komisaris sekaligus pemegang saham...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru