STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengumumkan status Unusual Market Activity (UMA). Kali ini, status tersebut disematkan kepada tiga saham emiten sekaligus. Ketiganya mengalami pergerakan harga yang dinilai di luar kebiasaan.
Tiga saham yang kini berada dalam pengawasan ketat adalah PT Falmaco Nonwoven Industri Tbk (FLMC), PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk (SIPD), dan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII). Penetapan ini dilakukan dalam rangka memberikan perlindungan bagi para investor.
Pola pergerakan ketiga saham ini berbeda. Saham FLMC masuk radar bursa karena mengalami penurunan harga yang signifikan. Sebaliknya, saham SIPD dan ALII justru mengalami peningkatan harga yang tajam.
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono menyampaikan hal ini melalui surat pengumuman resmi. Ia menegaskan posisi bursa terkait penetapan status tersebut.
“Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal,” jelas Yulianto dalam keterbukaan informasi, Rabu (17/12/2025).
Informasi terakhir mengenai FLMC tercatat pada tanggal 10 Desember 2025 perihal laporan bulanan registrasi pemegang efek. Sementara itu, informasi terakhir untuk SIPD dan ALII tercatat pada tanggal 11 Desember 2025. SIPD memberikan penjelasan atas volatilitas transaksi, sedangkan ALII melaporkan perihal transaksi afiliasi.
Pihak bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham-saham tersebut. BEI meminta para investor untuk tidak gegabah dalam mengambil keputusan.
Ada empat poin penting yang harus diperhatikan. Pertama, investor diharapkan memperhatikan jawaban Perusahaan Tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa. Kedua, investor wajib mencermati kinerja Perusahaan Tercatat dan keterbukaan informasinya.
Ketiga, bursa menyarankan investor untuk mengkaji kembali rencana corporate action Perusahaan Tercatat. Hal ini menjadi krusial apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Terakhir, Yulianto mengingatkan soal manajemen risiko. Investor harus mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.
Harga Saham
Saham FLMC ditutup melemah pada perdagangan 16 Desember 2025. Harga terakhir berada di Rp118, turun Rp13 atau 9.92% dari penutupan sebelumnya. Saham dibuka di Rp131 dan sempat menyentuh level tertinggi Rp131. Harga terendah tercatat di Rp118. Volume perdagangan mencapai 9,731,200 saham. Pada perdagangan sebelumnya, 15 Desember 2025, saham ini ditutup di Rp131. Sepanjang tahun berjalan, harga tertinggi berada di Rp322 pada 19 September 2025. Harga terendah tercatat di Rp29 pada 21 April 2025. Dalam 52 minggu terakhir, saham bergerak di kisaran Rp28 hingga Rp354. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp92,187,500,000.
Saham SIPD ditutup menguat pada perdagangan 16 Desember 2025. Harga terakhir berada di Rp1,175, naik Rp105 atau 9.81%. Saham dibuka di Rp1,175 dan bergerak stabil di level tersebut sepanjang sesi. Harga tertinggi dan terendah sama-sama di Rp1,175. Volume transaksi tercatat sebanyak 412,900 saham. Pada perdagangan sebelumnya, 15 Desember 2025, saham ditutup di Rp1,070. Harga Rp1,175 juga menjadi level tertinggi sepanjang tahun berjalan pada 16 Desember 2025. Harga terendah tahun berjalan berada di Rp675 pada 9 April 2025. Dalam rentang 52 minggu, saham bergerak di kisaran Rp605 hingga Rp1,175. Nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp2,160,944,915,800.
Saham ALII melonjak tajam pada perdagangan 16 Desember 2025. Harga terakhir tercatat Rp1,085, naik Rp215 atau 24.71% dibandingkan penutupan sebelumnya. Saham dibuka di Rp925 dan bergerak kuat hingga menyentuh harga tertinggi Rp1,085. Harga terendah tercatat di Rp920. Volume perdagangan mencapai 37,865,800 saham. Pada perdagangan 15 Desember 2025, saham ini ditutup di Rp870. Level Rp1,085 menjadi harga tertinggi sepanjang tahun berjalan pada 16 Desember 2025. Harga terendah tahun berjalan berada di Rp346 pada 26 Maret 2025. Dalam 52 minggu terakhir, saham bergerak di kisaran Rp324 hingga Rp1,085. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp17,170,993,000,000.
