back to top

Inflasi AS Mereda, Wall Street Akhirnya Putus Tren Pelemahan

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street berhasil bangkit pada penutupan perdagangan Kamis (18/12/2025) waktu setempat atau Jumat pagi (18/12/2025) WIB. Indeks S&P 500 sukses mengakhiri tren penurunan yang terjadi selama empat hari berturut-turut.

Sentimen positif pasar terdorong oleh data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan. Hal ini mencerahkan prospek penurunan suku bunga pada tahun 2026. Selain itu, panduan kinerja yang memukau dari produsen chip Micron Technology turut menjadi pemicu kenaikan.

Mengutip CNBC International, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York bertambah 65,88 poin atau 0,14% dan berakhir di angka 47.951,85. Indeks S&P 500 (SPX) melonjak 0,79% dan menetap di level 6.774,76. Sementara itu, indeks komposit Nasdaq (IXIC) yang didominasi saham teknologi, melesat 1,38% ke posisi 23.006,36.

Laporan indeks harga konsumen (CPI) bulan November yang sempat tertunda akhirnya dirilis. Biro Statistik Tenaga Kerja mencatat inflasi tahunan utama sebesar 2,7%. Angka ini berada di bawah ekspektasi para ekonom yang disurvei Dow Jones sebesar 3,1%.

Tingkat CPI inti selama 12 bulan, yang tidak memperhitungkan harga makanan dan energi, tercatat sebesar 2,6%. Angka ini juga lebih rendah dari perkiraan Dow Jones sebesar 3%.

David Waddell, CEO dan kepala strategi investasi di Waddell & Associates memberikan pandangannya kepada CNBC terkait data tersebut.

“Angka-angka [sewa setara pemilik] itu dan segalanya semacam kembali ke level hampir pra-Covid dalam hal apresiasi,” ujar Waddell.

“Mungkin akan ada beberapa penyesuaian, tetapi saya pikir saat ini, [laporan] mengatakan inflasi terkendali,” tambahnya.

Selain data makroekonomi, saham Micron Technology menjadi primadona pada sesi Kamis. Saham ini melonjak sekitar 10% setelah perusahaan semikonduktor tersebut memberikan perkiraan pendapatan yang kuat untuk kuartal saat ini.

Kenaikan Micron membantu menghidupkan kembali gairah perdagangan sektor kecerdasan buatan (AI). Sektor ini sempat mengalami pelemahan dalam beberapa sesi terakhir.

Chris O’Keefe, manajer portofolio utama di Logan Capital Management turut mengomentari fenomena ini.

“Laporan Micron merupakan indikasi fakta belanja akan menjadi sangat besar dan terus menjadi sangat besar selama 12-18 bulan ke depan,” kata O’Keefe.

“Akan ada pemenang dan pecundang dalam hal ini, dan itu perlu diselesaikan, tetapi jika Anda mengikuti pendapatan di sini, saya tidak akan menyerah pada perdagangan AI,” lanjutnya.

“Saya pikir beberapa saham ini sekarang memiliki potensi kenaikan yang sangat besar mengingat penurunannya,” tutup O’Keefe.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Saham Teknologi Rontok, Nasdaq Terjun 1,51% Saat Dow Jones Berhasil Menguat

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Bursa Saham Eropa Menguat Tipis, Investor Cermati Rilis Laporan Laba Perusahaan

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat tipis...

Pasar Saham Asia Menghijau, Bursa Jepang Mixed dan Korea Selatan Melonjak

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik mayoritas...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru