back to top

Pipeline Rights Issue BEI Menyusut, Hanya Tersisa 1 Perusahaan Sektor Properti

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Antrean aksi korporasi berupa penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (Rights Issue) di Bursa Efek Indonesia (BEI) terpantau sepi menjelang tutup tahun. Hingga 19 Desember 2025, hanya tersisa satu perusahaan yang berada dalam daftar antrean atau pipeline.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna menyampaikan data tersebut dalam keterangan resminya, Sabtu (20/12/2025). Satu-satunya perusahaan yang siap menggelar aksi korporasi ini berasal dari sektor Properties & Real Estate.

Dominasi sektor ini otomatis mencapai 100% dalam pipeline. Sementara itu, sektor-sektor lainnya tercatat nihil. Tidak ada perusahaan dari sektor Basic Materials, Consumer Cyclicals, Consumer Non-Cyclicals, maupun Energy yang masuk daftar antrean.

Kondisi serupa juga terjadi pada sektor Financials, Healthcare, Industrials, dan Infrastructures. Sektor Technology serta Transportation & Logistic juga tidak menyumbangkan nama perusahaan dalam rencana Rights Issue kali ini.

Meski antrean saat ini minim, realisasi sepanjang tahun 2025 cukup signifikan. Nyoman mencatat sudah ada 14 perusahaan tercatat yang telah menerbitkan Rights Issue per tanggal 19 Desember 2025.

Total dana yang berhasil dihimpun dari aksi korporasi tersebut cukup besar. Nilai keseluruhannya mencapai Rp 28,11 triliun. Angka ini menunjukkan aktivitas penggalangan dana melalui mekanisme Rights Issue masih menjadi pilihan strategis bagi emiten sepanjang tahun ini.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Penuhi Kewajiban Free Float, BEI Cabut Suspensi Saham Asia Pacific Investama (MYTX)

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencabut suspensi perdagangan...

Tambah Porsi Kepemilikan, Komisaris DRMA Serok 4 Juta Lembar Saham Perusahaan

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Komisaris PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA),  Noel Aelyo...

Isi Kursi Iman Rachman, Jeffrey Hendrik Jabat Pjs Dirut BEI Hingga Juni 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Jeffrey Hendrik resmi menjabat sebagai Penjabat...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru