STOCKWATCH.ID (SEOUL) – Bursa saham Asia-Pasifik mengawali perdagangan perdana tahun 2026 dengan hasil beragam pada Jumat (2/1/2026) waktu setempat. Indeks Kospi di Korea Selatan sukses mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Sentimen positif ini mewarnai pergerakan pasar meskipun beberapa bursa besar masih tutup.
Mengutip CNBC International, Kospi melesat 2,27% ke level penutupan 4.309,63. Saham raksasa Samsung Electronics terbang sekitar 7% dalam sesi ini. Para pelanggan kabarnya memuji kualitas cip memori high memory bandwidth (HBM) milik perusahaan. Sementara itu indeks Kosdaq juga berakhir naik 2,17% ke level 945,57.
Indeks Straits Times (STI) di Singapura turut mencatatkan rekor tertinggi hari itu. STI menguat 0,32% seiring kabar positif dari sektor ekonomi negara tersebut. Pertumbuhan ekonomi Singapura mencapai 5,7% secara tahunan pada kuartal keempat 2025.
Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong memberikan pernyataan resmi terkait capaian ekonomi negaranya. Angka pertumbuhan terbaru ini lebih cepat daripada revisi kuartal sebelumnya sebesar 4,3%. Sektor manufaktur menjadi penggerak utama pertumbuhan selama tiga bulan hingga Desember lalu.
“Negara ini mencatat ekspansi sebesar 4,8% yang lebih kuat dari perkiraan untuk setahun penuh 2025,” ujar Perdana Menteri Lawrence Wong.
Bursa Hong Kong juga menghijau dengan kenaikan indeks Hang Seng sebesar 2,62%. Saham jasa pendidikan menjadi pemimpin penguatan di pasar tersebut. Desainer cip kecerdasan buatan (AI) Shanghai Biren melonjak lebih dari 70% pada debut perdananya.
Shanghai Biren meraup dana segar US$ 717 juta melalui aksi penawaran umum perdana saham (IPO). Harga saham dipatok pada level 19,60 dolar Hong Kong. Penawaran publik ini mengalami kelebihan permintaan hingga 2.300 kali lipat.
Pasar saham India mengikuti tren positif dengan kenaikan indeks Nifty 50 sebesar 0,61%. Indeks S&P/ASX 200 di Australia pun naik 0,15% ke posisi 8.727,8. Di sisi lain bursa saham di Jepang dan China daratan masih tutup karena libur tahun baru.
