Minggu, Januari 11, 2026
25.2 C
Jakarta

Tensi Geopolitik Memanas, Harga Emas Dunia Melaju Nyaris Sentuh Rekor Tertinggi

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia kembali menguat pada penutupan perdagangan Selasa (6/1/2026) waktu setempat atau Rabu pagi (7/1/2026) WIB. Ketegangan geopolitik setelah penangkapan Presiden Venezuela oleh Amerika Serikat (AS) memicu lonjakan permintaan aset aman atau safe-haven. Para investor kini tengah menanti data ketenagakerjaan AS untuk melihat arah kebijakan suku bunga Bank Sentral AS atau Federal Reserve (Fed).

Mengutip CNBC International, harga emas spot naik 0,8% menjadi 4.485,39 USD per ons troi. Angka ini semakin mendekati rekor tertinggi sepanjang masa di level 4.549,71 USD yang tercapai pada 24 Desember lalu. Kenaikan ini melanjutkan tren positif setelah sebelumnya melonjak hampir 3% pada sesi perdagangan sebelumnya.

Kenaikan juga terjadi pada kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari. Harga emas berjangka tersebut ditutup menguat 1% pada posisi 4.496,10 USD per ons troi.

Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals, memberikan pandangannya terkait kondisi pasar saat ini. Ia menilai ada perbedaan persepsi risiko antara pedagang logam mulia dan pedagang aset lainnya.

“Trader logam mulia melihat lebih banyak risiko di masa depan dibandingkan dengan pedagang saham dan obligasi saat ini,” kata Jim Wyckoff.

Menurut Jim Wyckoff, serangan Amerika Serikat ke Venezuela pada akhir pekan lalu menjadi pemicu utama. Hal tersebut mendorong permintaan safe-haven yang berkelanjutan untuk emas dan perak.

Mantan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, menyatakan tidak bersalah atas tuduhan narkotika pada hari Senin. Pernyataan ini muncul setelah pasukan AS menangkap dan membawanya ke New York pada akhir pekan lalu. Situasi ini menambah daftar panjang ketidakpastian global yang menguntungkan aset emas.

Emas memang dikenal sebagai aset pelindung nilai tradisional yang sangat tangguh. Sepanjang tahun lalu, harga emas meroket 64,4% dan mencatatkan kinerja tahunan terbaiknya sejak 1979.

Perhatian pasar kini tertuju pada laporan ketenagakerjaan bulanan AS yang akan dirilis hari Jumat. Laporan Desember tersebut diprediksi menunjukkan penambahan 60.000 lapangan kerja. Angka ini sedikit menurun dari bulan sebelumnya sebanyak 64.000 lapangan kerja.

Data LSEG menunjukkan para pelaku pasar memperkirakan akan ada dua kali pemangkasan suku bunga Fed tahun ini. Suku bunga yang rendah biasanya sangat menguntungkan emas. Hal ini karena emas merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil atau bunga.

Tom Barkin, Presiden Fed Richmond, menyatakan perubahan suku bunga lebih lanjut harus dilakukan secara hati-hati. Langkah ini diperlukan untuk menjaga keseimbangan antara risiko pengangguran dan inflasi.

“Perubahan suku bunga lebih lanjut harus disetel dengan baik untuk menyeimbangkan risiko pengangguran dan inflasi,” ujar Tom Barkin.

Morgan Stanley memproyeksikan harga emas masih bisa terbang lebih tinggi. Harga emas diprediksi menembus 4.800 USD pada kuartal keempat tahun ini. Prediksi tersebut didukung oleh faktor penurunan suku bunga serta aksi beli dari bank sentral dan dana investasi.

Logam mulia lainnya juga ikut melambung tinggi. Harga perak spot melonjak 5,4% ke posisi 80,68 USD per ons troi. Perak mencatatkan kenaikan tahunan terkuat pada 2025 dengan lonjakan 147% akibat tingginya permintaan industri dan investor.

Platinum spot juga naik signifikan sebesar 7,2% menjadi 2.435,20 USD per ons troi. Sementara itu, paladium diperdagangkan lebih tinggi 5,9% pada level 1.821,68 USD per ons troi.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Emas Masih ‘Anteng’ di Level USD 4.452, Analis Ramal Bisa Tembus USD 5.000

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia bergerak stabil pada...

Harga Minyak Dunia Melonjak 3%, Pasokan Global Jadi Sorotan

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia ditutup menguat tajam...

Aksi Ambil Untung Tekan Harga Emas, Logam Mulia Lainnya Ikut Tumbang

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia berakhir melemah pada...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru