Minggu, Januari 11, 2026
25.8 C
Jakarta

Geopolitik Memanas, Saham Pertahanan Asia Melemah di Tengah Bursa yang Bervariasi

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia bergerak bervariasi pada penutupan perdagangan Rabu (7/1/2026) waktu setempat. Para investor terus mencermati risiko geopolitik global yang tengah berkembang. Serangan Amerika Serikat (AS) ke Venezuela serta retorika baru mengenai Greenland menjadi perhatian utama pasar.

Mengutip CNBC International, saham sektor pertahanan di Asia mengakhiri tren penguatan yang telah berlangsung selama dua hari. Di Jepang, saham Kawasaki Heavy Industries merosot 2,11%. Kondisi serupa terjadi di Korea Selatan. Saham Korea Aerospace turun 1,62% dan Poongsan melemah 4,5%. Sementara itu, Hanwha Aerospace terkoreksi 1,76%.

Ketegangan meningkat menyusul pernyataan Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt. Ia menyebut Presiden Donald Trump bersama timnya tengah mempertimbangkan berbagai opsi untuk mengakuisisi Greenland. Langkah tersebut bahkan membuka peluang penggunaan kekuatan militer.

“serangkaian pilihan guna mendapatkan Greenland — termasuk menggunakan Militer AS,” ujar Karoline Leavitt pada Selasa waktu setempat.

Pernyataan ini semakin memanaskan situasi. Pasalnya, Presiden Donald Trump sudah lama berambisi menjadikan pulau Arktik tersebut sebagai bagian dari wilayah Amerika Serikat.

Indeks Nikkei 225 Jepang terpangkas 1,06% ke posisi 51.961,98. Indeks Topix juga kehilangan 0,77% dan berakhir di level 3.511,34. Di Hong Kong, indeks Hang Seng melemah 0,94%. Indeks CSI 300 China daratan pun turun 0,29% ke angka 4.776,67. Namun, indeks Shanghai sedikit menguat 0,05%.

Bursa Korea Selatan menunjukkan hasil yang beragam. Indeks Kospi naik 0,57% ke level 4.551,06. Di sisi lain, indeks Kosdaq yang berisi saham-saham kecil turun 0,9% ke posisi 947,39.

Saham Hyundai Motors menjadi bintang di bursa Seoul dengan lonjakan 13,8%. Ini merupakan kenaikan hari keenam secara berturut-turut. Penguatan dipicu oleh pengumuman perusahaan mengenai rencana pengerahan robot humanoid di pabrik-pabrik AS mulai 2028.

Pasar saham Australia berhasil menguat tipis. Indeks ASX 200 naik 0,15% ke posisi 8.695,6. Kenaikan ini terjadi setelah data inflasi domestik November tercatat 3,4%. Angka tersebut lebih rendah dari proyeksi para analis sebesar 3,7%.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Trump Minta Bos Minyak AS Tanam USD 100 Miliar di Venezuela, Responsnya Dingin!

STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump...

Trump Instruksikan Pembelian Obligasi KPR USD 200 Miliar, Incar Bunga Murah

STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump,...

Investor Lepas Saham Teknologi, Dow Jones Terkerek 270 Poin ke Level 49.266

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru