Minggu, Januari 11, 2026
25.8 C
Jakarta

Trump Instruksikan Pembelian Obligasi KPR USD 200 Miliar, Incar Bunga Murah

STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, membuat langkah mengejutkan pada hari Kamis (8/1/2026) waktu setempat atau Jumat pagi (9/1/2026) WIB. Ia mengumumkan telah menginstruksikan “perwakilannya” untuk membeli obligasi hipotek (KPR) senilai USD 200 miliar. Langkah ini diklaim akan menekan suku bunga dan cicilan bulanan menjadi lebih rendah.

Mengutip CNBC Internasional, Trump menyampaikan hal tersebut melalui unggahan di media sosial Truth Social. Ia mengeluarkan arahan ini karena Fannie Mae dan Freddie Mac kini memiliki uang tunai yang melimpah. Kedua entitas penerbit hipotek yang disponsori pemerintah ini dinilai siap mendanai langkah tersebut.

Namun, belum jelas siapa yang dimaksud Trump sebagai perwakilannya. Gedung Putih dan Badan Keuangan Perumahan Federal (FHFA) tidak segera menanggapi permintaan kejelasan dari CNBC.

Unggahan ini muncul beberapa jam setelah Direktur FHFA, Bill Pulte, berbicara dalam sebuah wawancara. Pulte memperkirakan Trump akan membuat keputusan dalam satu atau dua bulan ke depan mengenai kemungkinan penawaran umum perdana (IPO) Fannie dan Freddie.

Trump mengklaim arahan terbarunya akan membantu memulihkan “keterjangkauan”. Kata ini menjadi kunci pesan politiknya. Ia menuduh pendahulunya, Joe Biden, telah mengabaikan pasar perumahan di tengah kegagalan kebijakan lainnya.

“Segalanya rusak, tetapi saya, sebagai Presiden Amerika Serikat, sudah memperbaikinya! Sekarang, saya memberikan perhatian khusus pada Pasar Perumahan,” tegas Trump.

Trump juga membanggakan keputusannya di masa lalu terkait dua entitas perumahan tersebut.

“Karena saya memilih untuk tidak menjual Fannie Mae dan Freddie Mac pada Masa Jabatan Pertama saya, sebuah keputusan yang sangat hebat, dan bertentangan dengan saran para ‘ahli,’ nilainya sekarang berkali-kali lipat dari jumlah itu — SEBUAH KEBERUNTUNGAN MUTLAK — dan memiliki UANG TUNAI SEBESAR USD 200 MILIAR,” tulisnya.

Ia kemudian melanjutkan instruksinya dengan tegas.

“Karena hal ini, saya menginstruksikan Perwakilan saya untuk MEMBELI OBLIGASI HIPOTEK SENILAI USD 200 MILIAR,” tambah Trump.

Tidak jelas dari unggahan Trump apakah pembelian akan dilakukan oleh Fannie dan Freddie, Departemen Keuangan, atau entitas lain. Di masa lalu, The Fed membeli obligasi hipotek untuk menurunkan suku bunga sebagai bagian dari kebijakan “pelonggaran kuantitatif”. Namun, cabang eksekutif tidak bisa memerintah bank sentral yang independen untuk memulai transaksi tersebut.

Departemen Keuangan AS tercatat pernah membeli obligasi hipotek di masa lalu. Hal ini terjadi saat masa gejolak ekstrem, seperti krisis perumahan tahun 2008 dan 2009.

Dampak pembelian ini terhadap suku bunga hipotek juga belum bisa dipastikan. Suku bunga hipotek biasanya mengikuti pergerakan suku bunga Treasury jangka panjang, bukan imbal hasil obligasi hipotek. Imbal hasil Treasury 10-tahun terpantau bergerak sedikit lebih rendah setelah komentar Trump tersebut.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Trump Minta Bos Minyak AS Tanam USD 100 Miliar di Venezuela, Responsnya Dingin!

STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump...

Investor Lepas Saham Teknologi, Dow Jones Terkerek 270 Poin ke Level 49.266

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Trump Usul Anggaran Militer USD 1,5 Triliun, Saham Pertahanan Eropa Berpesta

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa berakhir di zona...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru