Senin, Januari 12, 2026
25.2 C
Jakarta

Didukung Poh Group, Techno9 Indonesia (NINE) Ekspansi ke Tambang Mongolia

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE) siap melakukan transformasi bisnis besar-besaran. Perusahaan ini merambah sektor pertambangan di Indonesia dan kawasan regional. Langkah strategis tersebut mendapat dukungan penuh dari pemegang saham mayoritas, Poh Group asal Singapura.

Dukungan ini direalisasikan melalui integrasi aset tambang di Mongolia ke dalam portofolio NINE. Proses penggabungan aset dilakukan melalui mekanisme Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue.

Direktur Utama NINE, Nuzwan Gufron, menilai opsi pembelian aset tambang milik Poh Golden Ger Resources Pte Ltd (PGGR) di Mongolia akan sangat menguntungkan. Hal ini menjadi babak baru bagi perusahaan untuk menjadi pemain tambang regional.

“Integrasi aset-aset Mongolia ke dalam Techno9 Indonesia ini berpotensi memiliki dampak positif bagi para pemegang saham NINE, khususnya apabila opsi pembelian aset pertambangan PGGR di Mongolia dilaksanakan. Hal ini membuka jalur yang lebih terstruktur untuk monetisasi aset dan memperkuat keterlibatan Techno9 Indonesia di masa depan dalam proyek-proyek pertambangan,” ujar Nuzwan di Jakarta, Jumat (9/1).

Nuzwan menjelaskan PGGR telah menandatangani kesepakatan dengan kontraktor EPC+F (Engineering, Procurement and Construction + Finance) berskala besar. Kontraktor tersebut berencana mengucurkan investasi lebih dari USD 100 juta. Dana tersebut disiapkan untuk operasional proyek pertambangan NINE dan PGGR.

Kapasitas produksi tahunan dari proyek ini diproyeksikan mencapai lebih dari 20 juta ton. Menariknya, NINE tidak perlu menanggung belanja modal (capex) untuk operasional ini. Semua kebutuhan investasi ditanggung melalui kemitraan strategis tersebut.

Namun, realisasi rencana investasi ini masih menunggu hasil uji tuntas (due diligence). Selain itu, diperlukan persetujuan investasi luar negeri atau Overseas Direct Investment (ODI) dari otoritas Tiongkok.

NINE akan terus menjajaki peluang usaha di Indonesia dan regional. Tujuannya untuk memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi pemegang saham. Langkah ini juga berpotensi memicu investasi pertambangan Poh Group di Indonesia di masa depan.

Aset tambang di Mongolia yang akan diambil alih dimiliki 100% oleh Poh Kay Ping. Saat ini terdapat dua konsesi tambang batu bara dan semi-soft coking coal. NINE berencana mendaftarkan rights issue ini paling lambat pada kuartal II-2026.

Nuzwan memastikan proses akuisisi aset ini tidak akan mengganggu kas perusahaan. “Tidak terdapat biaya untuk mengakuisisi aset tambang Mongolia, aset tersebut akan dimasukkan ke dalam perseroan melalui proses PMHMETD,” tuturnya.

Sebagai informasi, NINE pertama kali melantai di bursa pada tahun 2022 sebagai perusahaan Teknologi Informasi. Kini, perseroan melakukan transformasi menyeluruh ke sektor pertambangan dan energi. Langkah ini diambil setelah Poh Group masuk sebagai pemegang saham mayoritas dan menjadi pengendali baru perusahaan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

IHSG Diprediksi Menguat, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ NICL, BUMI, DEWA hingga RATU!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa...

Investor Telkom (TLKM) Melejit di Akhir 2025, Danantara Genggam Kendali 52,09%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)...

Komposisi Pemegang Saham BRMS Akhir 2025: Investor Sugiman Halim Genggam 7,45%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru