STOCKWATCH.ID (BANDUNG) – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) resmi mengubah nama dan logo produk tabungan hasil kolaborasinya dengan PT Pos Indonesia (Persero). Produk yang sebelumnya dikenal sebagai e’Batarapos kini berganti wajah menjadi Tabungan BTN Pos. Peresmian ini berlangsung di Bandung, Jumat (9/1/2026).
Langkah rebranding ini merupakan upaya strategis perseroan. Tujuannya memperluas inklusi keuangan sekaligus mengakselerasi pertumbuhan dana murah (CASA). BTN membidik target penghimpunan dana murah hingga Rp 5 triliun dalam satu tahun ke depan.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu menjelaskan langkah ini dirancang untuk menjaring lebih banyak generasi muda. Pihaknya mengajak mereka bertransaksi di aplikasi Bale by BTN melalui fitur cardless. Layanan ini memanfaatkan fasilitas Pos Indonesia yang tersebar hingga di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).
“Dengan rebranding ini, BTN dan Pos Indonesia berharap semakin banyak nasabah di daerah 3T dan generasi muda seperti Gen Z yang tertarik memanfaatkan transaksi perbankan dengan fitur cardless yang memudahkan transaksi. Inovasi ini diharapkan akan menjadikan transaksi perbankan lebih mudah diakses dan inklusif, sehingga meningkatkan pertumbuhan dana murah dalam bentuk tabungan dan giro,” ujar Nixon di Bandung, Jumat, (9/1/2026).
BTN memperkenalkan kembali produk tabungan yang diluncurkan bersama Pos Indonesia pada 2005 ini. Produk tersebut telah berevolusi menjadi solusi berbasis teknologi untuk mengikuti perubahan zaman. BTN akan mendorong produk ini secara agresif seiring ekspansi layanan digital ke pelosok.
“Produk ini akan kita dorong secara agresif. Target kita jelas, menuju angka Rp5 triliun. Tabungan BTN Pos akan kita kampanyekan di daerah-daerah karena hampir di setiap kecamatan ada kantor pos yang lokasinya sangat strategis. Ini yang kita optimalkan,” tegas Nixon.
Nixon menyebut fitur cardless menggantikan bentuk transaksi konvensional nasabah BTN di kantor pos. Nasabah tidak lagi wajib membawa buku tabungan untuk melakukan transaksi. Era digital menuntut kepraktisan, sehingga nasabah cukup menggunakan aplikasi Bale by BTN untuk bertransaksi di kantor pos di seluruh Indonesia.
“Jaringan kantor pos saat ini menjangkau sampai ke pelosok wilayah Indonesia yang mungkin tidak tersentuh oleh BTN. Pada saat yang sama, hampir semua warga Indonesia memiliki ponsel smartphone, sehingga inisiatif strategis ini dapat menghadirkan layanan perbankan yang lebih mudah diakses dan membantu peningkatan inklusi keuangan,” tutur Nixon.
Hingga kini, BTN mencatat lebih dari 500.000 nasabah e’Batarapos. Layanan ini didukung oleh hampir 3.000 outlet atau kantor pos di seluruh Indonesia. Semakin luas daya jangkau BTN melalui jaringan Pos Indonesia, potensi dana masyarakat yang terjaring akan semakin besar.
“Pos Indonesia adalah salah satu mitra strategis yang mendukung BTN dalam transformasi pendanaan ritelnya untuk semakin menumbuhkan dana murah. BTN berupaya menjawab tantangan di era digital dengan solusi keuangan komprehensif sehingga BTN dapat menjadi bank transaksional sehari-hari yang mumpuni di sisi teknologi,” ungkap Nixon.
Cara bertransaksi menggunakan fitur ini cukup mudah. Nasabah hanya perlu mengakses Bale by BTN dan memilih menu cardless serta lokasi transaksi Pos Indonesia. Selanjutnya, nasabah memasukkan nominal transaksi diikuti kode token. Nasabah kemudian datang langsung ke kantor pos untuk setor atau tarik tunai dengan menginformasikan kode token kepada petugas.
Logo Tabungan BTN Pos memiliki filosofi transformasi menuju babak baru yang lebih modern. Penulisan dua huruf sejajar menandakan kedudukan dua instansi yang setara. Desain buku tabungan dan kartu debit memadukan warna dynamic blue BTN dan delft blue Pos Indonesia.
Terdapat logo sayap berwarna oranye yang diambil dari logo burung merpati Pos Indonesia. Sayap melambangkan taglinemelesat. Tekstur digital dari titik dengan alur melengkung melambangkan ribuan titik layanan didukung perkembangan teknologi.
“Kami berharap dapat lebih banyak mengembangkan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan produk dan layanan bersama Pos Indonesia, yang tidak hanya terbatas pada kerja sama di bidang funding. Dengan begitu, lebih banyak pelanggan Pos Indonesia yang dapat menikmati solusi keuangan yang ditawarkan BTN,” ujar Nixon.
Plt Direktur Utama Pos Indonesia, Haris menegaskan kolaborasi ini memiliki akar sejarah panjang dalam pelayanan publik. Kerja sama kedua BUMN telah berlangsung sejak awal dekade 1950-an.
“Kalau dihitung, kerja sama Pos Indonesia dan BTN ini sudah berjalan sekitar 76 tahun. Dalam perjalanannya tentu ada pasang surut, ada perubahan produk, tapi semangat pelayanannya tetap sama. Dari Tabanas, Batara, Batara Pos, hingga hari ini kita rebranding menjadi Tabungan BTN Pos,” ujar Haris.
Haris menilai kekuatan utama Pos Indonesia terletak pada jaringan fisik yang luas serta tingkat kepercayaan publik. “Bagi masyarakat di banyak daerah, Kantorpos itu bukan hanya tempat kirim surat atau paket. Di sana ada fungsi layanan keuangan, layanan sosial, bahkan fungsi negara. Ini yang kemudian menjadi nilai tambah ketika kami bersinergi dengan BTN,” ujarnya.
Haris turut menyampaikan peluncuran layanan cash in dan cash out dalam momentum ini. Layanan tersebut memungkinkan nasabah BTN melakukan setor dan tarik tunai langsung di kantor pos.
“Hari ini kita juga meluncurkan layanan cash in dan cash out. Artinya, nasabah BTN bisa setor dan tarik tunai langsung di Kantorpos. Ini baru sebagian dari skenario besar kerja sama BTN dan Pos ke depan,” kata Haris.
BTN dan Pos Indonesia menggelar acara BTN x PosIND Festival 2026 untuk memperkenalkan rebranding ini. Acara berlangsung di Kantor Pos Jakarta Lapangan Banteng dan Kantor Pos Graha Pos Bandung pada 5-9 Januari 2026.
Masyarakat dapat membuka rekening dan aktivasi Bale by BTN di lokasi. Nasabah akan mendapatkan keuntungan berupa Bale Poin hingga Rp 350.000 plus suvenir. Ada pula harga spesial makanan serba Rp 10 ribu dan kopi seharga Rp 1.
