Senin, Januari 12, 2026
26.4 C
Jakarta

Harga Saham Melonjak Tajam, Empat Emiten Ini Dipantau Ketat BEI

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan empat saham emiten ke dalam kategori pergerakan di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity (UMA). Langkah ini diambil seiring melonjaknya harga saham-saham tersebut secara signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

Keempat emiten tersebut adalah PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA), PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA), PT Kokoh Exa Nusantara Tbk (KOCI), dan PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (MKAP). Otoritas Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi masing-masing saham.

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, memberikan penjelasan dalam keterbukaan informasi. “Dalam rangka perlindungan Investor, dengan ini kami menginformasikan telah terjadi peningkatan harga saham yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity),” tulisnya.

Yulianto menegaskan, pengumuman UMA ini memiliki tujuan tertentu bagi pelaku pasar. “Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal,” ujarnya.

Mengenai data KIJA, informasi terakhir perusahaan tercatat pada 9 Januari 2026. Laporan tersebut dipublikasikan melalui website Bursa perihal Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek.

Sementara itu, informasi terakhir PBSA dirilis pada 7 Januari 2026. Emiten ini mengunggah laporan bulanan registrasi pemegang efek.

Emiten KOCI memberikan informasi terbaru pada 8 Januari 2026. Laporan tersebut berkaitan dengan perihal pencatatan saham.

Adapun MKAP menyampaikan informasi terkini pada 8 Januari 2026. Perusahaan memublikasikan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek melalui website BEI.

Sehubungan dengan status UMA ini, BEI memberikan imbauan tegas kepada para pemodal. Investor diharapkan memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa.

Para investor juga diminta mencermati kinerja perusahaan serta keterbukaan informasinya. Langkah berikutnya, pemodal perlu mengkaji kembali rencana corporate action emiten apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS.

Terakhir, pihak Bursa menyarankan investor mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari. Hal ini sangat penting dilakukan sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

Harga Saham

Empat saham properti dan konstruksi mencatat lonjakan harga pada perdagangan Jumat, 9 Januari 2026. KIJA, PBSA, KOCI, dan MKAP sama-sama ditutup menguat dengan volume transaksi yang besar.

KIJA ditutup di level Rp354, naik Rp42 atau 13,46% dibanding penutupan sebelumnya di Rp312 pada 8 Januari 2026. Saham ini dibuka di Rp320 dan sempat menyentuh harga tertinggi Rp364 serta terendah Rp306. Volume transaksi mencapai 1.617.870.800 saham. Sepanjang tahun berjalan, KIJA bergerak dari level terendah Rp208 pada 2 Januari 2026 hingga tertinggi Rp354 pada 9 Januari 2026. Dalam 52 minggu terakhir, rentang pergerakan berada di Rp155 hingga Rp364. Kapitalisasi pasar KIJA mencapai Rp7.372.010.482.626.

PBSA ditutup di harga Rp2.150, naik Rp90 atau 4,37% dari posisi Rp2.060 pada penutupan sebelumnya. Saham ini dibuka di Rp2.130 dengan harga tertinggi Rp2.340 dan terendah Rp2.000. Volume perdagangan tercatat 36.159.400 saham. Sepanjang 2026, PBSA bergerak dari level terendah Rp1.550 pada 2 Januari hingga tertinggi Rp2.150 pada 9 Januari. Dalam periode 52 minggu, saham ini bergerak di kisaran Rp310 sampai Rp2.340. Nilai kapitalisasi pasar PBSA sebesar Rp6.450.000.000.000.

KOCI melesat paling tinggi pada hari itu. Saham ini ditutup di Rp170, naik Rp44 atau 34,92% dari harga sebelumnya Rp126. KOCI dibuka di Rp137 dan bergerak di kisaran Rp137 hingga Rp170. Volume transaksi mencapai 464.116.200 saham. Sepanjang tahun berjalan, KOCI bergerak dari level terendah Rp86 pada 2 Januari hingga tertinggi Rp170 pada 9 Januari. Dalam 52 minggu terakhir, pergerakan harga berada di rentang Rp50 sampai Rp170. Kapitalisasi pasar KOCI tercatat Rp750.653.019.830.

MKAP juga mencatat kenaikan tajam. Saham ini ditutup di Rp590, naik Rp116 atau 24,47% dari penutupan sebelumnya di Rp474. MKAP dibuka di Rp540 dan bergerak antara Rp540 hingga Rp590. Volume transaksi mencapai 12.340.600 saham. Sepanjang 2026, saham ini bergerak dari level terendah Rp344 pada 5 Januari hingga tertinggi Rp590 pada 9 Januari. Dalam 52 minggu terakhir, rentang pergerakan berada di Rp228 sampai Rp590. Kapitalisasi pasar MKAP mencapai Rp1.917.500.000.000.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Adi Sarana (ASSA) Tambah Modal Anak Usaha Menjadi Rp20,51 Miliar, Buat Apa

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA)  telah meningkatkan...

Dwi Guna Laksana (DWGL) Lunasi Pokok dan Bunga MTN Tahun 2022 Senilai Rp205 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL) mengumumkan...

Gagal Cetak Rekor Baru, IHSG Turun 0,58% ke Bawah 8.900 Dipicu Sederet Saham Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Meski diibuka menguat di level 8.991,760, Indeks Harga...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru