Rabu, Januari 21, 2026
27.9 C
Jakarta

Vale Indonesia Serap Habis Dana Rights Issue Rp1,8 Triliun untuk Infrastruktur Tambang

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mengumumkan penggunaan seluruh dana hasil Penawaran Umum Terbatas atau Rights Issue tahun 2024. Total dana bersih yang telah terserap mencapai Rp1,830 triliun per tanggal 31 Desember 2025.

Sekretaris Perusahaan PT Vale Indonesia Tbk, Anggun Kara Nataya, menyampaikan laporan ini secara resmi pada 13 Januari 2026. Penawaran umum tersebut telah mendapatkan pernyataan efektif sejak 6 Juni 2024 melalui skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (HMETD).

Berdasarkan laporan perusahaan, hasil bruto penawaran umum terkumpul sebesar Rp1,840 triliun. Setelah dikurangi biaya emisi senilai Rp10 miliar, perseroan memperoleh dana bersih Rp1,830 triliun.

Perseroan mengalokasikan dana paling besar untuk pembangunan infrastruktur tambang. Proyek ini menelan biaya hingga Rp1,110 triliun. Selain itu, pembangunan area tambang menyerap dana sebesar Rp335,456 miliar.

Emiten tambang nikel ini juga melakukan pembelian peralatan penunjang. Perusahaan membeli unit fire rescue truck dari PT Pundarika Atma Semesta seharga Rp15 miliar.

Kebutuhan operasional lainnya mencakup pembelian bahan baku produksi. Perseroan membeli batu bara dari PT Marunda Graha Mineral senilai Rp342,911 miliar. Sisa dana sebesar Rp26,673 miliar digunakan untuk modal kerja lainnya.

“Dana hasil penawaran umum telah digunakan seluruhnya oleh Perseroan dengan rincian sebagaimana terlampir,” tulis Anggun Kara Nataya dalam keterbukaan informasi dikutip Rabu (14/1/2026).

Rincian biaya emisi sebesar Rp10,204 miliar terdiri dari berbagai jasa profesi. Biaya jasa konsultan keuangan mencapai Rp4,235 miliar dan akuntan publik sebesar Rp3 miliar. Ada pula biaya konsultan hukum Rp1,928 miliar serta jasa notaris Rp25 juta.

Perseroan juga membayar biaya biro administrasi efek Rp100 juta dan pernyataan pendaftaran OJK Rp750 juta. Biaya lain-lain seperti auditor penjatahan Rp47 juta, percetakan Rp26,286 juta, serta penyelenggaraan RUPSLB Rp93,286 juta melengkapi daftar pengeluaran.

Laporan realisasi ini telah ditandatangani oleh Presiden Direktur Bernardus Ermanto dan Direktur Rizky Andhika Putra. Saat ini, sisa dana hasil penawaran umum tercatat Rp0 atau telah terpakai 100%.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Aksi Jual Berlanjut! Pengendali Buang Lagi 3,5% Saham NANO Senilai Rp8,25 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Aksi jual saham PT Nanotech Indonesia Global...

Izin Hutan Dikabarkan Dicabut Pemerintah, Toba Pulp Lestari (INRU) Buka Suara

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU)...

Kinerja Solid, MKAP Tetap Jaga Kepercayaan Mitra dan Peluang Pasar di 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (MKAP),...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru