Selasa, Januari 20, 2026
28.9 C
Jakarta

Gencar Perkuat Produktivitas, Saham Indospring (INDS) Melesat 25% Tembus Auto Reject Atas

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pergerakan saham PT Indospring Tbk (INDS) makin tak terbendung. Emiten produsen suku cadang otomotif ini kembali mencatatkan kenaikan harga yang signifikan pada perdagangan Rabu (14/1/2026). Aksi korporasi strategis perseroan dalam memperkuat produktivitas mendapat respons positif dari para pelaku pasar.

Pada penutupan perdagangan hari ini, saham INDS ditutup melonjak hingga menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA). Harganya naik Rp 111 atau setara 25% ke level Rp 555 per lembar. Angka ini sekaligus menjadi rekor tertinggi perseroan dalam 52 minggu terakhir.

Tren kenaikan ini melanjutkan performa gemilang sehari sebelumnya. Pada perdagangan Selasa (13/1/2026), saham INDS juga ditutup melonjak 24,72% ke level Rp 444. Volume perdagangan saat itu tercatat cukup padat mencapai 29.542.500 saham.

Head of Research KISI Sekuritas, Muhammad Wafi menilai, lonjakan harga ini tidak semata-mata dipicu oleh aksi korporasi jual beli aset. Pasar rupanya tengah mengantisipasi potensi pembagian dividen serta penilaian ulang (re-rating) valuasi perseroan.

“Investor cenderung mengantisipasi pembagian dividen dan re-rating valuasi saham. INDS cocok untuk investor yang memiliki strategi trading cepat, hal ini mengingat di Semester pertama tahun 2026 terdapat beberapa sentimen positif seperti rilis laporan keuangan, dividen, dan pemulihan sektor otomotif,” ujar Wafi dalam keterangannya, Rabu (14/1/2026).

Optimisme investor memang beralasan. Manajemen INDS gencar melakukan efisiensi dan optimalisasi aset. Pada Desember 2025, perseroan membeli aset operasional dari anak usahanya, PT Indobaja Primamurni (IBPM). Perseroan memborong delapan unit mesin bekas dan empat unit komputer bekas.

Nilai transaksi pembelian aset tersebut mencapai Rp 3.017.747.000, belum termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Manajemen menilai langkah ini krusial untuk menunjang kelancaran operasional dan efisiensi produksi perseroan ke depan.

Selain peremajaan alat, perseroan juga memastikan ketersediaan ruang kerja yang memadai. INDS menandatangani perjanjian sewa kantor dengan induk usahanya, PT Indoprima Investama (IIV). Kantor seluas 66 meter persegi ini berlokasi di Jalan Mayjend Sungkono, Gresik.

Nilai sewa disepakati sebesar Rp 60 juta untuk jangka waktu satu tahun. Sewa ini berlaku mulai 1 Januari 2026 hingga 31 Desember 2026. Transaksi ini tergolong transaksi afiliasi mengingat PT IIV memegang kepemilikan saham mayoritas di perseroan.

Kinerja saham yang moncer ini turut mendongkrak nilai perusahaan. Kapitalisasi pasar INDS kini tembus angka Rp 3,64 triliun. Adapun rasio harga terhadap laba (Price to Earnings Ratio/PE) berada di level 52,86 kali.

Sebagai informasi, perseroan memiliki rekam jejak pembagian dividen yang rutin. Pada tahun 2025 lalu, INDS membagikan dividen tunai sebesar Rp 8 per saham atau total Rp 52,49 miliar. Saat ini, dividend yield perseroan tercatat sebesar 1,44%.

- Advertisement -

Artikel Terkait

MNC Kapital (BCAP) Siap Lunasi Pokok Obligasi V/2024 Seri A Rp252,975 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Manajemen PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP)...

IHSG Pagi Ini Naik 0,27% ke 9.158,443 Diungkit Saham-Saham Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat di...

IHSG Tembus Rekor Lagi di Level 9.133! Intip 6 Saham Jagoan BNI Sekuritas Hari Ini, Ada RATU dan BUMI

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru