STOCKWATCH.ID – JAKARTA – PT SOHO Global Health Tbk (SOHO) berencana memperluas cakupan bisnis anak usahanya, PT Soho Industri Pharmasi (SIP). Langkah strategis ini diambil guna mendongkrak pendapatan perseroan di masa depan.
Manajemen SOHO mengumumkan rencana perubahan dan penambahan kegiatan usaha SIP tersebut dalam keterbukaan informasi di Jakarta, Kamis (15/1/2026). SIP merupakan anak usaha yang 99,64% sahamnya dimiliki langsung oleh SOHO.
Dalam rencana tersebut, SIP akan merambah dua segmen bisnis baru. Pertama, Industri Bahan Baku Obat Tradisional untuk Manusia (KBLI 21021). Kedua, SIP akan mengaktifkan kegiatan usaha Pergudangan dan Penyimpanan (KBLI 52101).
Yuliana, Direktur dan Sekretaris Perusahaan SOHO menjelaskan, ekspansi ini bertujuan mendukung pertumbuhan usaha secara berkelanjutan. Perseroan ingin menciptakan sumber pendapatan baru bagi SIP.
“Kegiatan usaha yang ditambahkan dan dilaksanakan dirancang untuk melengkapi dan memperluas ruang lingkup usaha SIP tanpa menggeser fokus usaha utama yang telah dijalankan,” ujar Yuliana dalam keterbukaan informasi dilaman BEI, dikutip Jumat (16/1/2026).
Ia menambahkan, segmen bahan baku obat tradisional memiliki potensi pasar yang menjanjikan. SIP berencana mengolah berbagai ekstrak dan simplisia. Ini mencakup bahan dari tumbuhan, hewan, maupun mineral.
Sementara itu, untuk bisnis pergudangan, SIP akan memanfaatkan aset yang dimiliki untuk penyimpanan barang sementara tujuan komersial.
Manajemen SOHO telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Wawat Jatmika & Rekan untuk melakukan studi kelayakan. Berdasarkan hasil studi tanggal 14 Januari 2026, rencana ekspansi ini dinyatakan layak dijalankan.
Dampak finansial dari aksi korporasi ini dinilai positif. Pendapatan usaha SIP diproyeksikan meningkat bertahap.
“Rencana perubahan dan/atau penambahan serta pelaksanaan kegiatan usaha merupakan langkah yang wajar dan rasional serta sejalan dengan kepentingan usaha SIP,” tegas Yuliana.
Dalam proyeksi keuangan yang disusun KJPP, pendapatan SIP pada 2025 diperkirakan mencapai Rp1,63 triliun. Angka ini diprediksi terus naik menjadi Rp2,45 triliun pada tahun 2030.
Sejalan dengan itu, laba bersih SIP juga diproyeksikan tumbuh. Pada 2025, laba bersih diperkirakan sebesar Rp247,62 miliar. Nilai ini berpotensi melesat hingga Rp478,29 miliar pada akhir 2030.
Rencana ini tidak mengubah pola bisnis maupun model manajemen SIP secara keseluruhan. Tenaga kerja yang ada saat ini akan dioptimalkan melalui pelatihan dan pendidikan untuk mendukung lini bisnis baru tersebut.
Untuk memuluskan rencana ini, SOHO akan meminta restu pemegang saham. Perseroan menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 23 Februari 2026 mendatang.
Pengumuman pemanggilan RUPSLB akan dilakukan pada 30 Januari 2026. Para pemegang saham yang berhak hadir adalah mereka yang tercatat hingga tanggal 29 Januari 2026.
