Selasa, Januari 20, 2026
30 C
Jakarta

BEI Pertanyakan Aksi Pengendali Jual 600 Juta Saham DADA, Ini Penjelasan Manajemen

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) — Manajemen PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) akhirnya buka suara. Perseroan menanggapi permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal ini berkaitan dengan aksi penjualan saham dalam jumlah besar oleh PT Karya Permata Inovasi Indonesia (KPII) selaku pengendali.

KPII diketahui telah melepas 600 juta lembar saham DADA. Transaksi tersebut berlangsung pada 8 Januari 2026. Pihak bursa lantas mempertanyakan latar belakang aksi korporasi tersebut melalui surat tertanggal 13 Januari 2026.

Direktur Diamond Citra Propertindo, Bayu Setiawan, menjelaskan alasan di balik transaksi itu. Ia menyebut langkah ini murni untuk kepentingan internal pemegang saham terkait.

“Penjualan 600.000.000 saham Perseroan oleh KPII pada 8 Januari 2026 merupakan bagian dari strategi pengelolaan portofolio dan pemenuhan kebutuhan likuiditas internal KPII,” ujar Bayu dalam keterbukaan informasi, dikutip Jumat (16/1/2026).

Bayu memastikan penjualan saham ini tidak berdampak negatif bagi perusahaan. Kegiatan operasional dan kinerja perseroan diklaim tetap berjalan normal. Tidak ada gangguan akibat aksi jual tersebut.

Poin penting lainnya menyangkut isu pengendalian. Manajemen menegaskan struktur pemegang kendali perusahaan tetap aman. Investor tidak perlu khawatir akan adanya pergeseran kekuasaan secara tiba-tiba.

“Transaksi tersebut tidak mengakibatkan perubahan pengendalian Perseroan. Struktur pengendalian tetap tidak berubah dan tidak terdapat perjanjian atau tindakan yang mengarah pada perubahan pengendalian,” tegas Bayu.

Perseroan juga meluruskan soal perbedaan waktu informasi yang sempat menjadi sorotan. Bayu menyebut hal itu terjadi semata-mata karena selisih waktu kejadian. KPII melakukan transaksi pada 8 Januari, namun konfirmasi baru diterima perseroan pada 9 Januari 2026.

Saat itu, KPII menyatakan tidak ada rencana transaksi lanjutan. Laporan perubahan kepemilikan saham baru pun telah disampaikan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI pada 12 Januari 2026.

Menutup penjelasannya, Bayu memastikan tidak ada informasi material lain yang disembunyikan. Manajemen berkomitmen menjunjung tinggi prinsip transparansi dan tata kelola perusahaan yang baik.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Emiten Happy Hapsoro BUVA Berencana Rights Issue II, Terbitkan Hingga 50 Miliar Saham Baru

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA)...

Naik 0,24%, IHSG Sesi I ke 9.155,408 Berkat Saham-Saham Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru