STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa menutup perdagangan akhir pekan di zona merah pada Jumat (16/1/2026) waktu setempat. Para investor masih terus memantau ketegangan geopolitik yang terjadi. Indeks pan-Eropa Stoxx 600 tercatat melemah tipis pada penutupan sesi.
Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir turun 0,03% ke level 614,38. Mayoritas bursa utama di kawasan tersebut bergerak variatif. Sektor-sektor usaha pun menunjukkan kinerja yang beragam.
Indeks CAC 40 Prancis memimpin pelemahan dengan turun 0,65% menjadi 8.258,94. DAX Jerman tergelincir 0,22% ke posisi 25.297,13. FTSE MIB Italia juga terkoreksi 0,11% menjadi 45.799,69.
Bursa Inggris melalui indeks FTSE 100 melemah tipis 0,04% di level 10.235,29. Sebaliknya, indeks IBEX 35 Spanyol justru berhasil menguat 0,39% ke level 17.710,90.
Walau bursa lesu, saham semikonduktor masih bertenaga. Saham produsen peralatan chip Belanda, ASML, mencapai level tertinggi 52 minggu. Saham ini ditutup naik 1,6%. Kenaikan ini melanjutkan sentimen positif dari hasil kinerja TSMC sehari sebelumnya.
Kabar baik juga datang untuk Equinor. Harga sahamnya naik 2%. Kenaikan terjadi setelah Pengadilan Distrik AS memberi lampu hijau untuk melanjutkan proyek Empire Wind. Sebelumnya, pemerintahan Trump sempat menghentikan lima pengembangan angin lepas pantai utama akhir tahun lalu.
Fokus pasar tertuju pada isu Greenland. Pasukan Eropa dilaporkan tiba di Greenland pada Kamis malam. Kunjungan ini mendahului pembicaraan dengan anggota parlemen Denmark pada hari Jumat.
Pertemuan di Gedung Putih terkait masa depan wilayah tersebut pada Rabu lalu berakhir tanpa terobosan diplomatik. Meski demikian, AS, Denmark, dan Greenland sepakat untuk terus berbicara.
Pasar energi juga bergejolak. Investor menimbang kerusuhan sipil di Iran dan respons Washington. Hal ini termasuk kemungkinan tarif pada mitra dagang Iran.
