Senin, Januari 19, 2026
27.9 C
Jakarta

Hubungan China-Kanada Membaik, Tarif Impor Minyak Kanola dan Mobil Listrik Resmi Dipangkas

STOCKWATCH.ID (BEIJING) – China dan Kanada sepakat menurunkan tarif dagang setelah pertemuan penting antara Presiden Xi Jinping dan Perdana Menteri (PM) Kanada, Mark Carney di Beijing. Langkah ini menjadi sinyal pemulihan hubungan kedua negara setelah bertahun-tahun mengalami ketegangan diplomatik.

Mengutip BBC, dalam kesepakatan tersebut, China akan memangkas pajak impor minyak kanola asal Kanada. Tarif yang semula 85% turun drastis menjadi 15% mulai 1 Maret mendatang.

Sebagai imbalannya, Ottawa setuju mengenakan pajak mobil listrik (EV) China sebesar 6,1%. Angka ini turun jauh dari tarif sebelumnya sebesar 100% yang diberlakukan pada 2024.

PM Mark Carney menyampaikan kesepakatan ini merupakan terobosan besar. Kunjungan Carney merupakan kehadiran pemimpin Kanada pertama di Beijing dalam hampir satu dekade terakhir.

“Dunia telah berubah secara dramatis. Bagaimana Kanada memposisikan diri akan membentuk masa depan kita selama beberapa dekade mendatang,” ujar Carney kepada wartawan.

Carney berupaya mendiversifikasi perdagangan Kanada di luar Amerika Serikat (AS). Langkah ini diambil menyusul ketidakpastian kebijakan tarif yang sering berubah dari Donald Trump.

Kesepakatan ini juga membuka peluang peningkatan investasi China di Kanada. Namun, Kanada membatasi kuota masuk mobil listrik China hanya sebanyak 49.000 unit. Pembatasan ini bertujuan melindungi produsen otomotif lokal dari serbuan kendaraan listrik murah.

Selain minyak kanola dan mobil listrik, penurunan tarif juga berlaku untuk komoditas lobster, kepiting, dan kacang polong asal Kanada. China saat ini merupakan mitra dagang terbesar kedua bagi Kanada setelah AS.

Meski hubungan mulai mencair, Carney menegaskan tetap memiliki batasan tegas. Ia menyampaikan kekhawatiran terkait hak asasi manusia dan campur tangan pemilu kepada Xi Jinping.

“Kami melihat dunia apa adanya, bukan seperti yang kita inginkan,” tegas Carney saat ditanya mengenai catatan hak asasi manusia di China.

Carney menyebut komunikasi dengan Beijing kini jauh lebih realistis dan saling menghormati. Ia memilih berdialog secara langsung daripada melalui konfrontasi publik.

“Kami sangat jelas mengenai di mana kami bekerja sama dan di mana kami berbeda pendapat,” tambahnya.

Presiden Xi Jinping menyambut baik titik balik hubungan kedua negara ini. Ia menilai stabilitas hubungan bilateral akan berdampak positif bagi ekonomi global.

“Pembangunan hubungan China-Kanada yang sehat dan stabil kondusif bagi perdamaian, stabilitas, pembangunan, dan kemakmuran dunia,” kata Xi Jinping.

Sebelumnya, hubungan kedua negara memburuk sejak 2018 akibat kasus hukum petinggi Huawei dan penangkapan warga Kanada di China. Pada 2025, impor barang Kanada ke China sempat turun 10% akibat aksi balasan tarif senilai lebih dari 2 miliar USD pada produk pertanian.

Kunjungan Carney ini diprediksi akan diikuti oleh pemimpin negara lain seperti Inggris dan Jerman. Mereka dinilai tengah mencari stabilitas mitra global di tengah tekanan tarif dari Washington. (*/)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Trump Ancam Tarif 25% ke Eropa, Bursa Saham Dunia Siap-Siap Terguncang

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Pasar saham global bersiap menghadapi guncangan...

Wall Street Melemah Tipis, Komentar Trump Soal The Fed Bikin Investor Waswas

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Isu Greenland Memanas, Bursa Eropa Akhiri Pekan di Zona Merah

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa menutup perdagangan akhir...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru