Senin, Januari 19, 2026
30.5 C
Jakarta

Daya Beli Kuat, BI Sebut Kegiatan Dunia Usaha Bakal Makin Melesat di Awal 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Kinerja dunia usaha di Indonesia menunjukkan tren positif di penghujung tahun 2025. Bank Indonesia (BI) mencatat aktivitas bisnis tetap terjaga berkat kuatnya permintaan domestik.

Ramdan Denny Prakoso, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, memaparkan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU). Nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) pada triwulan IV 2025 tercatat sebesar 10,61%.

“Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) mengindikasikan kinerja kegiatan dunia usaha pada triwulan IV 2025 tetap terjaga,” ujar Ramdan di Jakarta, Senin (19/1/2026).

Kinerja mayoritas Lapangan Usaha (LU) tercatat positif. SBT tertinggi berada pada sektor Jasa Keuangan, serta Perdagangan Besar dan Eceran. Selain itu, Reparasi Mobil dan Motor, Industri Pengolahan, hingga Administrasi Pemerintahan juga menunjukkan hasil apik.

Sektor Informasi dan Komunikasi serta Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum turut menyumbang pertumbuhan. Peningkatan ini sejalan dengan aktivitas perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Momentum tersebut terbukti efektif mendorong permintaan masyarakat.

Kapasitas produksi terpakai pada triwulan IV 2025 juga terjaga pada level 73,15%. Sektor Pengadaan Listrik serta Pengadaan Air dan Pengelolaan Sampah menjadi penopang utama kapasitas produksi tersebut.

Kondisi keuangan dunia usaha secara umum berada dalam status baik. Aspek likuiditas maupun rentabilitas perusahaan masih sangat terjaga. Menariknya, para pelaku usaha kini merasakan akses kredit yang jauh lebih mudah.

Memasuki awal tahun 2026, para responden dalam survei BI merasa sangat optimistis. Kegiatan usaha pada triwulan I 2026 diprakirakan meningkat dengan SBT sebesar 12,93%.

Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan diprediksi akan melesat. Hal ini seiring dengan datangnya musim panen raya.

Selain itu, sektor Industri Pengolahan, Transportasi, dan Pergudangan juga diprakirakan tumbuh tinggi. Sektor Perdagangan Besar dan Eceran akan ikut terangkat.

Peningkatan ini didorong oleh lonjakan permintaan masyarakat selama periode Ramadan. Selain itu, perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 H menjadi katalis positif bagi dunia usaha di awal tahun ini.

- Advertisement -

Artikel Terkait

PMI BI di Atas 50%, Tanda Industri Pengolahan RI Kian Menguat

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Kinerja industri pengolahan Indonesia menunjukkan pertumbuhan...

Pemerintah Indonesia Perkuat Kemitraan Strategis dan Diplomasi Ekonomi Global di WEF Davos

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bertolak...

Kemenperin Kejar Target Pertumbuhan Manufaktur 5,51%, 1.236 Pabrik Baru Siap Beroperasi di 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)  – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memasang target optimistis...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru