Selasa, Januari 20, 2026
28.9 C
Jakarta

Ancaman Tarif Trump Soal Greenland Picu “Panic Buying”, Harga Emas dan Perak Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dan perak dunia melonjak tajam hingga menyentuh rekor tertinggi pada perdagangan Senin (19/1/2026) waktu setempat atau Selasa pagi (20/1/2026) WIB. Para investor berbondong-bondong memburu aset aman (safe-haven) di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.

Pemicunya adalah ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengenakan tarif tambahan terhadap negara-negara Eropa. Trump mendesak sekutunya itu agar mengizinkan AS membeli wilayah Greenland.

Mengutip CNBC International, harga emas spot naik 1,5% menjadi 4.663,37 USD per ons. Sebelumnya, logam mulia ini sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa di posisi 4.689,39 USD. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari melonjak 1,6% ke level 4.669,90 USD per ons.

Pada hari Sabtu, Trump bersumpah akan menerapkan gelombang kenaikan tarif bagi sekutu Eropa. Kebijakan ini akan terus berlaku sampai AS diizinkan membeli pulau besar di wilayah Arktik milik Denmark tersebut.

Langkah ini memicu reaksi keras dari Benua Biru. Para duta besar Uni Eropa pada hari Minggu menyetujui langkah-langkah untuk menghalangi Trump. Mereka juga menyiapkan tindakan balasan jika pungutan tersebut benar-benar diberlakukan.

Analis Senior StoneX, Matt Simpson, menilai situasi ini memberikan bahan bakar bagi penguatan emas. Konflik politik ini membuat investor khawatir akan masa depan aliansi internasional.

“Ketegangan geopolitik telah memberi alasan lain bagi para pendukung emas untuk mendorong logam kuning ini ke level tertinggi baru,” ujar Matt Simpson.

Menurut Simpson, ancaman Trump terhadap Greenland terlihat sangat nyata. Ia menyebut dunia bisa jadi selangkah lebih dekat ke akhir NATO dan memicu ketidakseimbangan politik di Eropa.

Sentimen risiko ini turut menyeret turun kontrak berjangka saham AS dan nilai tukar dolar. Pasar kini lebih memilih aset aman seperti emas, yen Jepang, dan franc Swiss. Emas sendiri biasanya berkembang pesat dalam lingkungan suku bunga rendah dan ketidakpastian ekonomi.

Kenaikan harga juga merembet ke komoditas perak. Harga perak spot melesat 3,3% menjadi 92,93 USD per ons setelah sempat menyentuh rekor tertinggi di level 94,08 USD.

Strategis OCBC, Christopher Wong, melihat prospek perak masih sangat menjanjikan dalam jangka menengah. Hal ini didukung oleh defisit fisik yang terus berlanjut serta permintaan industri yang kuat.

“Tetapi kecepatan perluasan baru-baru ini mungkin memerlukan kehati-hatian taktis jangka pendek,” kata Christopher Wong.

Di sektor logam mulia lainnya, harga platina spot naik 0,9% menjadi 2.348,32 USD per ons. Sementara itu, harga paladium terkerek 0,5% ke posisi 1.808,46 USD per ons.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Tensi AS-Iran Mereda, Harga Minyak Dunia Merangkak Naik ke Level 64,19 USD

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia bergerak menguat tipis...

Minyak Dunia Oversupply, ICP Desember 2025 Tertekan ke US$61,10 per Barel

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Rata-rata minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude...

Aksi Ambil Untung dan Tensi Geopolitik Mereda, Harga Emas Dunia Tergelincir

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia berakhir melemah pada...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru