Selasa, Januari 20, 2026
30 C
Jakarta

Harga Meroket Tak Wajar, BEI Gembok 7 Saham Mulai Hari Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspensi) perdagangan tujuh saham emiten sekaligus. Langkah ini mulai berlaku sejak sesi I perdagangan hari Selasa, 20 Januari 2026.

Tujuh saham yang terkena gembok bursa antara lain PT Estee Gold Feet Tbk (EURO), PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA), dan PT Bank Bumi Arta Tbk (BNBA). Selain itu, suspensi juga menyasar PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk (SPRE), PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK), PT Singaraja Putra Tbk (SINI), serta PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL).

Yulianto Aji Sadono, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, menyampaikan pengumuman tersebut dalam keterbukaan informasi dikutip Selasa (20/1/2026). Kebijakan suspensi diambil menyusul terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada ketujuh saham tersebut.

Otoritas bursa melakukan penghentian ini di Pasar Reguler maupun Pasar Tunai. Tindakan tersebut merupakan upaya perlindungan bagi para investor di pasar modal.

“Dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi Investor, PT Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham pada tanggal 20 Januari 2026,” ujar Yulianto.

Langkah ini bertujuan memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar. Investor diharapkan mempertimbangkan secara matang setiap pengambilan keputusan investasinya berdasarkan informasi resmi.

Pihak bursa juga mengimbau para pihak berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi dari Perseroan.

Harga Saham

Saham – saham tersebut mencatat lonjakan harga signifikan pada perdagangan 19 Januari 2026. EURO ditutup menguat 65 poin atau 10,00% ke level Rp715 dari penutupan sebelumnya Rp650. Saham ini dibuka di Rp715, bergerak di rentang Rp650–Rp715, dan mencetak harga tertinggi sekaligus terendah harian di Rp715. Volume transaksi EURO tercatat 3.609.200 saham. Sepanjang tahun berjalan, EURO menyentuh level tertinggi Rp715 dan terendah Rp286. Dalam 52 minggu, saham ini bergerak di kisaran Rp130–Rp715 dengan kapitalisasi pasar Rp1.822.410.896.020.

OASA melesat 96 poin atau 24,62% ke posisi Rp486 dari penutupan sebelumnya Rp390. Saham ini dibuka di Rp398 dan bergerak di rentang Rp398–Rp486. Volume perdagangan OASA sangat besar, mencapai 631.063.800 saham. Sepanjang tahun berjalan, OASA mencatat harga tertinggi Rp486 dan terendah Rp258. Dalam 52 minggu, pergerakan harga berada di kisaran Rp98–Rp486 dengan kapitalisasi pasar Rp3.084.748.920.000.

BNBA menguat 205 poin atau 20,60% ke level Rp1.200 dari sebelumnya Rp995. Saham ini dibuka di Rp1.005, menyentuh harga tertinggi Rp1.230 dan terendah Rp1.005. Volume transaksi BNBA mencapai 19.824.500 saham. Sepanjang tahun berjalan, harga tertinggi berada di Rp1.200 dan terendah Rp790. Dalam 52 minggu, BNBA bergerak di rentang Rp490–Rp1.230 dengan kapitalisasi pasar Rp4.065.600.000.000.

SPRE naik 32 poin atau 9,88% ke Rp356 dari penutupan sebelumnya Rp324. Saham ini dibuka di Rp340 dan bergerak di kisaran Rp330–Rp356. Volume perdagangan tercatat 14.446.500 saham. Sepanjang tahun berjalan, SPRE mencatat harga tertinggi Rp356 dan terendah Rp197. Dalam 52 minggu, saham ini bergerak di rentang Rp68–Rp356 dengan kapitalisasi pasar Rp284.800.000.000.

ROCK melonjak 540 poin atau 25,00% ke level Rp2.700 dari penutupan sebelumnya Rp2.160. Saham ini dibuka di Rp2.700 dan bergerak di kisaran Rp2.000–Rp2.700. Volume transaksi tercatat 635.000 saham. Sepanjang tahun berjalan, harga tertinggi berada di Rp2.700 dan terendah Rp1.250. Dalam 52 minggu, pergerakan harga ROCK berada di rentang Rp228–Rp2.700 dengan kapitalisasi pasar Rp3.874.999.770.000.

SINI menguat 1.725 poin atau 9,87% ke posisi Rp19.200 dari sebelumnya Rp17.475. Saham ini dibuka di Rp19.200 dan bergerak stagnan di level tersebut sepanjang perdagangan. Volume transaksi mencapai 2.320.400 saham. Sepanjang tahun berjalan, SINI mencatat harga tertinggi Rp19.200 dan terendah Rp12.000. Dalam 52 minggu, saham ini bergerak di kisaran Rp1.955–Rp19.200 dengan kapitalisasi pasar Rp9.235.200.000.000.

BELL mencatat kenaikan paling tajam dengan lonjakan 38 poin atau 34,55% ke level Rp148 dari penutupan sebelumnya Rp110. Saham ini dibuka di Rp138 dan bergerak di rentang Rp115–Rp148. Volume perdagangan BELL mencapai 345.346.200 saham. Sepanjang tahun berjalan, harga tertinggi berada di Rp148 dan terendah Rp69. Dalam 52 minggu, pergerakan harga berada di kisaran Rp35–Rp148 dengan kapitalisasi pasar Rp1.073.000.000.000.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Naik 0,24%, IHSG Sesi I ke 9.155,408 Berkat Saham-Saham Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham...

Borong 362,716 Juta Saham Super Bank (SUPA), DB Holdings Ltd Kuasai 11,10%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- DB Holdings Pte, Ltd, salah satu pemegang...

OJK Terbitkan Peraturan Gugatan Untuk Perlindungan Konsumen, Ini Penjelasannya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Peraturan Otoritas...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru