STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Wahana Konstruksi Mandiri (WKM) resmi mengambil alih posisi pengendali PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI). Langkah strategis ini tuntas setelah WKM memborong mayoritas saham milik Sudjatmiko selaku pemegang saham pengendali lama.
Transaksi pengambilalihan ini berlangsung di pasar negosiasi pada 19 Januari 2026. WKM membeli sebanyak 3,92 miliar lembar saham ASLI. Jumlah ini setara dengan 62,72% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh perusahaan.
WKM menetapkan harga pembelian sebesar Rp11 per lembar saham. Jika dikalkulasi, total nilai transaksi crossing di bursa tersebut mencapai Rp43,12 miliar.
Langkah ini merupakan kelanjutan dari kesepakatan awal (term sheet) pada 27 November 2025. Sebelum transaksi ini terlaksana, WKM dan ASLI tidak memiliki hubungan afiliasi baik langsung maupun tidak langsung.
Direktur WKM, Peter Handika, menjelaskan alasan di balik aksi korporasi tersebut. Ia menilai kolaborasi ini akan memperkuat posisi perusahaan di sektor infrastruktur.
“Tujuan dan latar belakang dari pengendalian ini adalah sebagai pengembangan usaha dari WKM, dimana WKM juga merupakan perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi, sehingga dengan melakukan akuisisi tersebut akan menjadikan kolaborasi positif antara pengalaman dari Perseroan dengan WKM di industri konstruksi,” ujar Peter Handika dalam keterbukaan informasi, Selasa (20/1/2026).
Pasca akuisisi, struktur manajemen WKM terdiri atas Peter Handika selaku Direktur dan Galih Setya Pradana sebagai Komisaris. Adapun penerima manfaat akhir (beneficiary owner) dari perusahaan pembeli yang berbasis di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan ini adalah Hariono.
Berdasarkan regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), WKM kini diwajibkan untuk melaksanakan Penawaran Tender Wajib (Mandatory Tender Offer). Aksi ini ditujukan kepada sisa saham-saham dalam Perseroan yang dimiliki oleh pemegang saham minoritas.
Direktur ASLI, Yudra Saputra, membenarkan terjadinya perubahan pengendalian tersebut. Perusahaan yang bergerak di bidang kontraktor umum, khususnya pekerjaan pondasi dan jalan ini, kini memiliki nakhoda baru.
“Dampak dari fakta material tersebut adalah adanya perubahan Pengendali langsung Perseroan, yang sebelumnya merupakan Bapak Sudjatmiko dan saat ini menjadi PT Wahana Konstruksi Mandiri (WKM),” tulis Yudra Saputra.
Informasi lebih lanjut mengenai jadwal dan mekanisme Penawaran Tender Wajib akan diumumkan kemudian. Manajemen ASLI memastikan seluruh proses ini berjalan sesuai dengan ketentuan POJK 9/2018 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka.
