Rabu, Januari 21, 2026
25.6 C
Jakarta

Investor Khawatir Perang Dagang Trump Soal Greenland, Mayoritas Bursa Asia Memerah

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Mayoritas bursa saham di kawasan Asia-Pasifik terpantau melemah pada penutupan perdagangan Selasa (20/1/2026). Para investor bereaksi negatif terhadap ancaman tarif baru dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait Greenland. Ketegangan perdagangan dengan Eropa pun kini meningkat tajam.

Mengutip CNBC International, Donald Trump mengumumkan ekspor dari delapan negara Eropa akan dikenakan tarif 10% mulai 1 Februari 2026. Angka tersebut bakal naik menjadi 25% pada 1 Juni 2026 jika kesepakatan kontrol AS atas Greenland gagal tercapai. Greenland merupakan wilayah otonom kaya mineral di bawah kendali Denmark.

Negara-negara Eropa mulai membahas tarif balasan dan langkah ekonomi hukuman lainnya. Situasi ini memperburuk hubungan internasional dipicu ambisi kepemilikan wilayah tersebut.

Indeks Nikkei 225 Jepang merosot 1,11% ke level 52.991,1. Penurunan ini menyusul pernyataan Perdana Menteri (PM) Sanae Takaichi soal rencana pembubaran parlemen. Ia mempercepat pemilihan umum (pemilu) pada 8 Februari 2026. Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 40 tahun juga melonjak ke posisi 4% untuk pertama kalinya.

Indeks Hang Seng Hong Kong naik tipis 0,29% ke posisi 26.487,51. Sebaliknya, indeks CSI 300 China daratan melemah 0,33% ke 4.718,88. Otoritas setempat memperketat pengawasan regulasi setelah lonjakan aktivitas perdagangan dan saldo perdagangan margin mencapai rekor tertinggi.

Meski ada pengetatan, Raymond Cheng, Regional Chief Investment Officer Greater China Standard Chartered, tetap optimis terhadap saham China A. Ia menilai ekonomi mulai stabil dan ada harapan dukungan kebijakan fiskal pada Maret 2026.

“Kami memandang penguatan ekuitas China berkelanjutan, mengingat stimulus kebijakan akan menambah kenaikan lebih lanjut pada proyeksi pertumbuhan pendapatan belasan persen kami untuk 12 bulan ke depan,” ujar Raymond Cheng.

Indeks Kospi Korea Selatan turun 0,39% ke level 4.885,75 setelah sempat menyentuh rekor tertinggi. Indeks S&P/ASX 200 Australia juga kehilangan 0,66% dan berakhir di posisi 8.815,9.

Indeks NIFTY 50 di India mencatat penurunan terdalam sebesar 1,38% ke level 25.232,50. Di sisi lain, kontrak berjangka saham AS mengisyaratkan pembukaan yang suram di Wall Street akibat retorika Trump yang semakin intens terkait Greenland.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Greenland Jadi Rebutan, Parlemen Eropa Bakal Bekukan Kesepakatan Tarif AS-Eropa

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Parlemen Eropa berencana menunda persetujuan kesepakatan...

Trump Ancam Tarif NATO Demi Greenland, Wall Street Alami Hari Terburuk Sejak Oktober

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Ancaman Perang Dagang Trump Picu Aksi Jual, Bursa Saham Eropa Berakhir Memerah

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup melemah pada...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru