STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (MKAP), mencatat kinerja keuangan solid sembilan bulan yang berakhir 30 September 2025. MKAP berhasil meraih pendapatan Rp267,32 miliar pada kuartal III 2025, naik 26% dibanding Rp211,63 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Seiring pendapatan, MKAP juga berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 17% menjadi Rp52,50 miliar kuartal III 2025 dibandingkan Rp44,81 miliar pada kuartal III 2024. Pertumbuhan keuangan tersebut dak lepas dari strategi internal perusahaan dalam memanfaatkan peluang pasar yang ada di tengah perekonomian domestik masih dibayangi oleh ketidakpastian ekonomi global.
Seperti dikutip dalam laporan materi paparan publik incidental yang disampaikan Manajemen Perseroan ke BEI, Senin 19 Januari 2026, MKAP akan terus menjaga kepercayaan mitra dan kualitas produk dalam menjalankan kegiatan usahanya. Selain itu, Perseroan juga tetap adaptif terhadap peluang pasar pada tahun 2026.
Terkait dengan peningkatan harga saham Perseroan yang signifikan sehingga mengakibatkan terjadinya suspensi oleh BEI, Manajemen berpendapat bahwa lonjakan harga saham Perseroan antara lain didukung oleh pertumbuhan fundamental MKAP. Selain itu, kenaikan harga saham juga dipicu oleh optimisme investor terhadap iklim investasi migas domestik tahun 2026 yang meningkat.
Di bagian lain, menurut Manajemen, volatilitas harga saham MKAP juga ditopang oleh kenaikan harga komoditas akibat tensi geopolitik dan meningkatnya ketidakpastian pasokan serta meningkatnya ketegangan geopolitik dan militer.
Per 30 September 2025, Multikarya Asia Pasifik Raya (MKAP) memiliki total aset sebesar Rp503,61 miliar, turun tipis 5% dari Rp532,88 miliar per Desember 2024. Adapun jumlah liabilitas dan ekuitas Perseroan per September 2025, masing-masing sebesar Rp188,55 miliar dan Rp315,06 miliar. (konrad)
