STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Aksi jual saham PT Nanotech Indonesia Global Tbk (NANO) terus berlanjut. Nanotech Investama Sedaya selaku pemegang saham pengendali NANO kembali melepas kepemilikan di emiten penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan alam tersebut pada 20 Januari 2026.
Kali ini, Nanotech Investama Sedaya menjual saham NANO sebanyak 150 juta lembar atau sekitar 3,5%. Harga jual per lembar saham NANO sebesar Rp55 sehingga pengendali berhasil meraup keuntungan sebesar Rp8,25 miliar.
Menurut laporan keterbukaan informasi yang disampaikan Manajemen ke BEI, Rabu 21 Januari 2026, tujuan Nanotech Investama Sedaya (NIS) menjual saham NANO adalah untuk memperkuat struktur pemegang saham Perseroan.
Sehari sebelumnya, yakni tanggal 19 Januari 2026, Nanotech Investama Sedaya juga menjual 214.272.013 lembar (5,001%) saham NANO . Dari divestasi saham NANO sebanyak itu, NIS berhasil mendapatkan cuan sebesar Rp11,78 miliar.
Kepemilikan Nanotech Investama Sedaya (NIS) atas saham NANO setelah penjualan turun menjadi 47,50% dari sebelumnya sebanyak 51,003% saham. Adapun NIS tetap jadi pengendali NONO, dengan porsi suara sebesar 47,50%.
Hingga pukul 10.30 WIB perdagangan sesi I di Bursa Efek Indonesia, Rabu 21 Januari 2026, saham NANO tercatat turun 7,94% menjadi Rp58 per unit, dibanding sehari sebelumnya di posisi Rp63 per unit. Pada periode 18 Desember 2025 sampai dengan 20 Januari 2026, harga saham NANO telah meningkat sebesar 26,08%, yakni dari Rp46 per saham menjadi Rp58 per saham. (konrad)
