STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengakui mengusulkan Thomas Djiwandono sebagai salah satu calon Deputi Gubernur BI. Thomas merupakan keponakan dari Presiden Prabowo Subianto.
Nama Thomas masuk dalam daftar usulan bersama dua kandidat lainnya. Mereka adalah Dicky Kartikoyono dan Solikin M Juhro. Pengusulan ini bertujuan untuk mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Juda Agung.
Perry menyampaikan informasi ini dalam konferensi pers usai Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Jakarta, Rabu (21/1/2026). Ia menjelaskan proses pencalonan tersebut kini sedang berlangsung di DPR RI.
“Proses pencalonan Deputi Gubernur tersebut sehubungan dengan pengunduran diri Bapak Juda Agung sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia pada tanggal 13 Januari 2026,” ujar Perry.
Juda Agung telah menyampaikan surat pengunduran diri kepada Presiden. Tembusan surat tersebut juga diberikan kepada Ketua DPR RI dan Gubernur BI.
Menindaklanjuti hal itu, Perry mengirimkan rekomendasi nama pengganti kepada Presiden pada 14 Januari 2026. Penentuan nama-nama ini mengacu pada ketentuan Undang-Undang Bank Indonesia.
“Saya sebagai Gubernur Bank Indonesia pada tanggal 14 Januari 2026 menyampaikan kepada Bapak Presiden rekomendasi usulan tiga calon Deputi Gubernur yaitu Bapak Thomas Djiwandono, Bapak Dicky Kartikoyono, dan Bapak Solikin M Juhro,” jelas Perry.
Presiden Prabowo Subianto telah meneruskan ketiga nama calon tersebut kepada DPR RI. Ketiganya akan segera menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di parlemen.
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menegaskan pemilihan Thomas Djiwandono murni merupakan pilihan Perry Warjiyo. Ia membantah adanya intervensi dalam penentuan kandidat tersebut.
“Pengusulan Tommy Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI itu adalah pilihan dari Gubernur BI sendiri,” kata Dasco di Kompleks Parlemen DPR.
Perry memastikan pengisian jabatan ini tidak akan mengganggu tugas dan wewenang bank sentral. Menurutnya, pengambilan keputusan di BI dilakukan oleh dewan gubernur secara kolektif kolegial.
Setiap kebijakan dirumuskan melalui komite-komite yang ada dengan tata kelola yang kuat. BI berkomitmen tetap profesional dalam bersinergi dengan pemerintah.
“Kita tentu saja serahkan sepenuhnya kepada DPR untuk memberikan persetujuan terhadap salah satu dari tiga orang calon Deputi Gubernur tersebut,” pungkas Perry.
