STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII) atau ADB berencana menambah modal melalui mekanisme Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PMHMETD I) atau rights issue. Perseroan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 684.937.500 saham baru.
Saham baru tersebut memiliki nilai nominal Rp100 per saham. Seluruh saham yang diterbitkan berasal dari saham portepel perusahaan. Aksi korporasi ini nantinya akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Rencana besar ini bertujuan memperkuat struktur permodalan perusahaan. Dana hasil rights issue, setelah dikurangi biaya emisi, seluruhnya akan digunakan untuk modal kerja. Langkah ini juga menjadi strategi perseroan dalam memenuhi ketentuan regulator.
“Perseroan akan memenuhi Ekuitas minimum sebagaimana dipersyaratkan dalam Peraturan OJK No. 23 Tahun 2023 Tentang Perizinan Usaha dan Kelembagaan Perusahaan Asuransi,” tulis Direktur Utama ADB, Adi Wibowo Adisaputro, dalam keterbukaan informasi, Selasa (21/1/2026).
Ia menjelaskan peningkatan modal membuat struktur permodalan menjadi lebih baik. Perseroan akan memiliki pendanaan cukup untuk menjalankan strategi usaha.
Namun, pemegang saham yang tidak mengeksekusi haknya harus bersiap terkena dilusi. Persentase dilusi kepemilikan saham maksimal mencapai 16,67%.
Untuk memuluskan rencana ini, ADB akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Rapat dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 3 Maret 2026.
Berdasarkan jadwal yang disusun, pengumuman RUPSLB dilakukan pada 21 Januari 2026. Daftar pemegang saham yang berhak mengikuti RUPSLB akan ditentukan pada 5 Februari 2026. Selanjutnya, pemanggilan RUPSLB akan diumumkan pada 6 Februari 2026.
Adi mengatakan, pelaksanaan PMHMETD I akan dilakukan segera setelah mendapat restu pemegang saham. Perseroan juga menunggu pernyataan pendaftaran efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Target pelaksanaan rights issue ini diperkirakan tuntas dalam jangka waktu tidak lebih dari 12 bulan. Periode tersebut dihitung sejak tanggal persetujuan RUPSLB didapatkan oleh perseroan.
Informasi final mengenai jumlah saham dan harga pelaksanaan akan diumumkan kemudian. Hal ini bergantung pada keperluan dana dan kondisi pasar saat pemanggilan RUPSLB pada 6 Februari mendatang.
