STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup bervariasi pada perdagangan Rabu (21/1/2026) waktu setempat. Pergerakan ini mengikuti pidato Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump di World Economic Forum (WEF) Davos, Swiss. Bayang-bayang perang dagang antara Uni Eropa dan AS menekan sentimen investor sepanjang sesi.
Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir turun tipis 0,02% di posisi 602,67. Meski sempat jatuh lebih dalam, indeks ini berhasil pulih menjelang penutupan. Bursa regional dan sektoral berakhir di zona yang berbeda-beda.
Di Prancis, indeks CAC 40 naik tipis 0,08% ke level 8.069,17. Indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,11% ke posisi 10.138,09. Sementara itu, indeks DAX Jerman merosot 0,58% ke 24.560,98 dan FTSE MIB Italia jatuh 0,50% ke 44.488,36. Indeks IBEX 35 Spanyol juga menguat tipis 0,06% ke level 17.439,50.
Trump dalam pidatonya kembali menyuarakan keinginan untuk mencaplok Greenland. Ia menyerukan “negosiasi segera” untuk mengakuisisi wilayah Arktik tersebut. Trump menyatakan tidak akan menggunakan kekerasan dalam proses ini.
Ia juga melontarkan kritik kepada Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, mantan Presiden AS, Joe Biden, dan Ketua Federal Reserve, Jerome Powell. Di hadapan peserta Davos, Trump menegaskan posisi negaranya. “Amerika Serikat menjaga seluruh dunia tetap bertahan,” ujarnya.
Tak lama setelah Trump selesai bicara, para pembuat kebijakan Eropa bereaksi keras. Mereka menangguhkan persetujuan perjanjian dagang Uni Eropa-AS yang disepakati tahun lalu. Ketua Komite Perdagangan Internasional Parlemen Eropa, Bernd Lange menilai ancaman tarif Trump merupakan “serangan” terhadap kedaulatan ekonomi Uni Eropa.
Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen menyebut proposal tarif baru Trump sebagai sebuah “kesalahan”. Hal tersebut dinilai bisa menjerumuskan Eropa dan AS ke dalam “spiral penurunan yang berbahaya.” Ursula memastikan pihaknya tidak akan tinggal diam. “Tanggapan kami akan tidak tergoyahkan, bersatu, dan proporsional,” tegasnya.
Presiden Prancis, Emmanuel Macron menyarankan penggunaan instrumen anti-pemaksaan Uni Eropa untuk membatasi akses bisnis AS ke pasar tunggal Eropa. Jika diaktifkan, pemasok Amerika bisa dilarang mengikuti tender publik di Uni Eropa. Pembatasan ekspor-impor barang dan jasa hingga investasi asing langsung juga bisa diberlakukan.
Di tengah ketegangan tersebut, sektor pertambangan justru berjaya. Indeks Sumber Daya Dasar Stoxx Europe 600 melonjak 3,7%. Saham Rio Tinto melesat 5% dan Anglo American naik 4,6%. Saham Glencore juga ikut menguat 3,7%.
Dari sisi ekonomi makro, inflasi Inggris bulan Desember tercatat naik menjadi 3,4%. Angka ini lebih tinggi dari perkiraan ekonom yang sebelumnya memprediksi level 3,3%. Kondisi ini membuat poundsterling bergerak datar terhadap dolar AS dan euro.
